Dossy: Minimnya Paham Agama dan Ekonomi Dapat Munculkan Radikalisme

Nganjuk, Bhirawa
Munculnya paham radikalisme diakibatkan banyak faktor. Diantaranya minimnya paham agama dan kondisi ekonomi. Dimana mereka menganggap dengan meledakan diri dengan membawa sejumlah korban meninggal diharapjan menyelesaikan semua permasalan ternyata tidak. Begitupula dengan kondisi ekonomi kemiskinan banyak orang frustasi dan merekapun mudah dibujuk untuk berbuat melawa hukum.
Dari faktor munculnya paham radikakime, maka pemerintah dan masyarakat untuk saling mengingatkan. Karenanya Anggota Komisi III DPR RI, DR Dossy Iskandar Prasetyo SH MHum mengingatkan agar masyarakat memahami lebih detail apa yang namanya bhineka tunggal ika. Termasuk didalamnya meningkatkan hubungan antar tetangga dan sering sisialisasi.
“Hal ini juga berguna untuk mempersempit gerak paham radikalisme. Karena fungsi kalimat bhineka tunggal ika sebenarnya menggambarkan perbedaan agama, ras dan suku bangsa harus dihormati karena kita adalah NKRI,”tegas politikus asal Partai Hanura, dalam acara sosialisasi pilar kebangsaan di desa Wates kec. Baron, kab. Nganjuk, Sabtu (5/7).
Ditambahkannya, dengan menghormati adanya perbedaan dalam masyarakat Indonesia, maka akan semakin memperkecil gerak paham radikalisme. Untuk itu jika ada dari masyarakat yang mengetahui adanya ajaran agama yang menyimpang, maka Dossy minta untuk segera melaporkan ke aparat keamanan. [cty.ris]

 

Tags: