Disabilitas Bukan Halangan untuk Berprestasi

Oleh :
Riza Fatmawati
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (S1) / Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Keterbatasan fisik nyatanya tidak menghambat dan membatasi seseorang untuk terus berkarya dan berprestasi. Mereka para penyandang disabilitas juga mampu bersaing dalam segi prestasi. Penyandang disabilitas bisa diartikan terlahir dalam keadaan kurang sempurna dalam bentuk fisik, mental dan emosi, yang mengalami kesusahan dalam menjalani rutinitas sehari-hari.
Ada beberapa faktor yang bisa terjadi pada penyandang disabilitas, menghilangnya anggota tubuh dan menurun nya fungsi kegunaan pada anggota tubuh.Tetapi mereka tidak berhenti di satu tempat, hanya karena mempunyai julukan disabilitas.Mereka membuktikan dengan prestasi yang diraihnyadi kanca nasional maupun internasional. Lalu bagaimana dengan muda mudi kita yang sehat fisik maupun mental ? Sudahkah menambah prestasimu ?
Dibalik prestasi yang menjulang tinggi, tidak terlepas dari adanya dukungan orang-orang terdekat yang sangat membantu mereka dalam menghadapi semuanya, baik dalam menjalankan rutinitas sehari-hari mapun dalam berlatih untuk mencapai prestasi. Semisal orang tua, kerabat dekat, sahabat dan lingkungan juga turut membantu dalam mengambil peran dalam mendukung mereka. Karena lingkungan juga berperan sekali dalam turut andil mengawasi penyandang disabilitas, seperti rumah singgah yang khusus untuk mereka penyandang disabilitas, karena disana mereka dapat menyalurkan bakat sesuai dengan kelebihan mereka.
Dukungan yang membangun juga sangat penting bagi mereka, seperti memotivasi untuk terus bersemangat, pantang menyerah dan terus mencoba sampai berhasil. Karena sejatinya usaha tidak menghianati hasil, dan sebuah proses menjadi pengalaman yang terbaikdalam suatu kehidupan. Dan dibuktikan prestasi yang diraiholehpenyandangdisabilitas di Indonesia, sudah meningkat dari tahun ke tahun.Prestasi membeludak, penyandang disabilitas juga menjadi motivator untuk manusia yang sehat secara fisik maupun mental.Karena identitas diri sendiri menjadikan kebanggan untuk memotivasi mereka agar terus maju.
Para penderita tunarungu misalnya, mereka mampu menari dengan gemulai, kompak dan teratur. Melalui latihan rutin secara khusus, dengan bimbingan dari mentor yang sangat “telaten” saat membimbing mereka dan tidak lupa memberikan motivasi untuk membangun mental mereka. Dengan keterbatasan pendengaran mereka mampu menyamakan gerakan dengan penglihatannya, mereka bisa dengan apik dalam menampilkan sebuah pertujukan dikanca perlomba an maupun di kanca pertunjukan. Mereka sering menerima penghargaan dalam perlombaan tingkat nasional dan internasional, termasuk saat bersaing dengan manusia normal.
Sementara para penyandang tunanetra lebih memilih dunia musik sebagai sarana berprestasi.Mereka lihai dalam memainkan alat musik, sebagai Hafidz muda, bahkan sebagian mereka juga turun didalam bidang tarik suara (penyanyi), sepertiMichael yang memiliki ketepatan sensoris terhadap struktur tuts piano dan mendengar nada dengan sempurna, yang membuatnya mampu bermain piano tanpa penglihatan. Michael mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pianis tuna netra dan autis termuda yang mampu memainkan karya Wolfgang Amadeus Mozart.Lalu bagaimana dengan muda mudi kita yang sehat fisik maupun mental ? Sudahkah menambah prestasimu ?
Adapun disabilitas yang terlahir tidak mempunyai anggota tubuh yang kurang lengkap bahkan mereka penderita Down Syndromemampu berprestasi dan mereka juga termasuk menjadi atlet di dalam negeri, seperti Fanie telah 8 kali meraih juara 1 di cabang olahraga renang gaya dada dan gaya bebas pada Pekan Olahraga Cacat Daerah (PORCADA) tahun 2005-2007. Tidak hanya itu, di ajang internasional pada kompetisi Singapore National Swimming Championship tahun 2008-2009 dan Special Olympics Singapore National Games 2009 pun Fanie meraih juara pertama.Lima kali predikat Juara II diraihnya dalam cabang olahraga renang pada Pekan Olahraga Cacat Nasional (PORCANAS) 2009. Dan tiga kali Fanie mengantongi juara III dalam renang gaya dada pada ajang kompetisi HUT Kelapa Gading Tahun 2007 dan 2008 lalu. Dan berhasil menorehkan penghargaan untuk negeri ini di kanca nasional maupun internasional.
Karena segala sesuatu yang diberikan oleh Tuhan, adalah kelebihan untuk umat manusia dan tidak menghalangi untuk menorehkan prestasi, hanya karena keterbatasan yang diberikan kepada umat manusia khususnya penyandang disabilitas.
Jangan takut dengan keterbatasan dan jangan pernah takut berkarya lakukan yang bisa dilakukan. Karena sejatinya segala sesuatu akan diraih jika kita mau bersungguh-sungguh dalam meraihnya, keberhasilan akan di capai.
Harapankedepanuntukpenyandang disabilitas, terus lah menjadi motivasi bagi seluruh umat manusia di dunia, karena keterbatasan tidak menghalangi untuk melangkah lebih ke kanca dunia. Dan untuk manusia yang normal mari kita rangkul penyandang disabilitas, saling dukung satu sama lain tanpa merasa di bedakan karena adanya perbedaan dalam fisik maupun mental.

———– *** ————

Tags: