Dinas Perdagangan Kota Malang Sosialisasikan Tertib Niaga

Kota Malang, Bhirawa
Upaya untuk mengkampanyekan tertib berdagang terus dilalukan oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang. Ini sebagai cara melakukan perlindungan terhadap para konsumen maupun menciptakan ketertiban niaga di Kota Malang.
Kampanye dilakukan dihadapam 180 peserta terdiri dari pedagang pasar, pengelola Stasiun Pengsian Bahan Bakar Umum (SPBU), Lembaga Finance dan juga pelaku usaha bakal mendapatkan materi terkait tertib niaga selama tiga hari di Hotel Montana
Wahyu Setianto, Kepala Disdag Kota Malang, mengutarakan, tujuan utama dari kegiatan ini merupakan upaya untuk mewujudkan perniagaan yang tertib di Kota Malang.
Pelaku usaha dan konsumen harus menjadi mitra yang saling menguntungkan. Karenanya mereka harus memiliki dokumen perizinan sesuai aturan serta melakukan tera atau tera ulang pada alat ukur dan alat timbang yang mereka miliki.
Lanjutnya, alat timbang atau alat ukur yang dimiliki para pelaku usaha tentu harus ditera atau ditera ulang. Dampaknya, dalam transaksi jual beli, pembeli menjadi konsumen yang konfiden terhadap pedagang, yang itu secara psikologis menakala mereka kembali membutuhkan jasa atau barang
“Di sisi perlindungan konsumen, jika alat timbang para pelaku usaha sudah ditera, maka hal tersebut menjamin para konsumen mendapatkan haknya sesuai dengan takaran, sehingga tidak dirugikan dan sama-sama diuntungkan,” urainya, Senin (30/7) kemarin.
Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Stabilitas Harga Disdag Kota Malang Rachman, mengungkapkan, bahwa terkait kecurangan seputar takaran, di Kota Malang, memang minim. Selisih yang ada selama ini masih dalam batas wajar.
Terlebih lagi, Disdag Kota Malang juga selalu rutin dalam melakukan kegiatan Pos Ukur Ulang seminggu dua kali di pasar yang ada di Kota Malang.
” Masih dalam batas wajar. Ya seperti misalkan menimbang telur, tentunya pasti akan sulit untuk menimbang sesuai takaran. Bisa jadi selisih sedikit dan bisa jadi juga kelebih. [mut]

Tags: