Canangkan Selesaikan 6 Ton Sampah Plastik Sehari


Foto: Sekda dr Bambang Agus Suwignyo(tengah) canangkan GU4SAK.(

Probolinggo, Bhirawa
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo terus lakukan inovasi. Di tahun ini DLH melaksanakan Gerakan Kumpul 4 Ton Sampah Kantong Kresek (GU4SAK) sebagai upaya mengurangi sampah kantong plastik kresek di Kota Probolinggo. Saat ini terdapat 6 ton sampah plastik sehari di kota Probolinggo.
Sesuai tema Hari Lingkungan Hidup, “Kendalikan Sampah Plastik”, untuk mendukung program GU4SAK, masyarakat Kota Probolinggo berkumpul di Taman Wisata Lingkungan Hidup (TWSL) dengan membawa sampah kantong plastik kresek. “Dan, untuk 1 kilogramnya (kresek) dapat ditukar dengan 1 bungkus pupuk kompos atau bibit tanaman,” hal ini diungkapkan Sekda Kota Probolinggo, dr Bambang Agus Suwignyo, kamis 26/7.
Mednurut sekda, DLH bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang telah memberikan hibah mensin pencacah sampah kantong plastik kresek. Mesin ini akan mengolah sampah kantong plastik kresek menjadi bahan baku pembuatan jalan laweyan.
Untuk mendukung aksi perlindungan dan pengelolaan lingkungan secara konkrit di lapangan, DLH menggelar festival lingkungan. Sejumlah kegiatan pun digelar, seperti lomba mewarnai tingkat TK, lomba motivator lingkungan, lomba patrol daur ulang, lomba mural 3D, fashion show daur ulang, serta pameran produk unggulan ramah lingkungan yang diikuti kelurahan-kelurahan di Kota Probolinggo. Di lokasi yang sama Palang Merah Indonesia (PMI) juga membuka stand donor darah, ujarnya.
“Setelah kegiatan ini selesai, diharapkan ada peningkatan pemahaman dan kesadaran yang diikuti perubahan perilaku masyarakat yang bermanfaat bagi lingkungan. Terus tingkatkan jumlah reduksi sampah di masyarakat. Mari kita bersatu dan bertekad kendalikan sampah plastik bersama-sama,” ajaknya.
Kepala DLH Budi Krisyanto menegaskan, festival ini diadakan sebagai media komunikasi, edukasi, kampanye/sosialisasi dan transformasi pengetahuan dalam pengelolaan lingkungan.
Selain itu juga sebagai wahana untuk menyosialisasikan tema peringatan Hari Lingkungan Hidup pada seluruh elemen masyarakat, meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup, mendorong masyarakat memaksimalkan sampah melalui 3R (reduce, reuse, recycle) menjadi produk bernilai ekonomis, katanya.
“Menambah nilai moral dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup dan media bagi pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan lingkungan hidup di Kota Probolinggo. Kami juga akan membuat kebijakan pengurangan sampah plastik dengan melibatkan semua elemen masyarakat,” tegasnya.
“Intinya adalah darling, kesadaran lingkungan. Kami buktikan bahwa masyarakat Kota Probolinggo ini darling. Caranya, ya kita harus membuktikan dengan kerja joss Bro!,” serunya.
Lebih lanjut dikatakannya, pengelolaan sampah masih menjadi isu utama terkait lingkungan hidup di Kota Probolinggo. Terutama, berkaitan dengan sampah plastik yang kerap menjadi salah satu faktor pencemaran lingkungan, termasuk di laut. Inilah yang membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo fokus untuk pengendalian sampah plastik. Termasuk, upaya untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari, paparnya.
Budi mengatakan, akan dipersiapkan peraturan Wali Kota untuk mengurangi sampah plastik. Dengan adanya peraturan ini, diharapkan dapat mengurangi banyaknya sampah plastik. “Harapannya, pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta ikut mengendalikan sampah plastik. Dari hal yang sederhana saja, termasuk mengurangi sedotan plastik. Sedotan plastik yang masuk ke laut bisa lebih banyak dari pada ikannya,” tandas Budi.
Secara global setiap hari warga Kota Probolinggo menghasilkan 60 ton sampah. Dari jumlah itu, sekitar 10 persen merupakan sampah plastik. “Sehingga, diperkirakan setiap hari ada 6 ton sampah plastik. Perlu ada langkah konkret untuk mengurangi sampah plastik. Setiap tahun bisa mengurangi sampah plastik 2-5 persen itu bagus,” tambahnya.(Wap).

Tags: