Bulog Sub Divre Bojonegoro Kirim 6.000 Ton Beras ke Tiga Provinsi

Tumpukan beras dan sejumlah pekerja digudang Bulog Bojonegoro. (Achmad Basir/bhirawa)

Bojonegoro, Bhirawa
Bulog Sub divre Bojonegoro mengirim sebanyak 6.000 ton beras ke tiga provinsi di luar Pulau Jawa. Pengiriman beras dilakukan melalui program Movenas. “Minggu depan Bulog Bojonegoro akan melakukan pengiriman beras sebanyak 6 ribu ton ke tiga provinsi di luar pulau Jawa yakni Papua, NTT dan Sumatera Utara,” kata Waka Bulog Sub Divre Bojonegoro, Eddy Kusuma, kemarin (8/7).
Menurutnya, pengiriman beras ke sejumlah provinsi ini sebagai agenda tahunan. Terutama, daerah-daerah yang masuk kategori daerah minus areal pertanian. “Jadi, permintaan kirim beras ke provinsi di luar Pulau Jawa itu, atas perintah Kantor Bulog Pusat di Jakarta,” terangnya.
Bulog Subdivre Bojonegoro punya cakupan tiga kabupaten. Yaitu Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan. Di tiga kabupaten ini produksi berasnya untuk target tahun 2018 ini sebanyak 76 ribu ton, sudah realisasikan mencapai 28.713 ton. “Jumlah tersebut bisa mencukupi kebutuhan beras nasional hingga 7 bulan ke depan,” ujarnya.
Dengan capaian stok saat ini, Bulog Sub Divre Bojonegoro yakin bahwa serapan beras yang yang ditargetkan akan terpenuhi, bahkan setiap harinya serapan beras yang diperoleh ada 200 hingga 300 ton perhari yang dari 3 Kabupaten yakni Bojonegoro, Tuban dan Lamongan.
Terpisah Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Akhmad Djupari mengatakan, produksi tanaman padi di daerahnya pada musim tanam kemarau masih tersedia cukup luas. Ia menyebutkan tanaman padi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo masih cukup luas mencapai sekitar15 ribu hektare pada musim tanam kemarau. “Produksi tanaman padi pada musim kemarau masih cukup banyak yang akan menambah perolehan pengadaan pangan di bulog,” imbuhnya. [bas]

Tags: