Berbahan Kulit Mangga, Tiga Mahasiswa ITS Bikin Antikorosi Organik

{Dari kiri ke kanan) Hafildatur Rosyidah, Ahnaf, dan Dwi Jayanti Putri menunjukkan hasil larutan antikorosi yang dibuat dari bahan kulit mangga.

Surabaya, Bhirawa
Mangga menjadi salah satu buah yang banyak dikonsumsi masyarakat. Imbasnya, semakin banyak olahan mangga yang dikonsumsi, semakin banyak pula limbah yang juga dihasilkan seperti kulit mangga. Untuk mengurangi limbah yang dihasilkan oleh mangga, tiga mahasiswa dari Departement Kimia Fakultas Ilmu Alam Institute Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) mengubahnya menjadi bahan utama Antikorosi.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah, Ahnaf, Hafildatur Rosyidah dan Dwi Jayanti Putri yang menilai jika kulit mangga mempunyai kandugan senyawa antioksidan yang memiliki daya inhibisi (hambatan) untuk mencegah timbulnya korosi.
“Buah mangga dianggap sebagai jenis buah yang memiliki produksi di wilayah tropis seperti Indonesia. hampir setiap tahun, petani berhasil memanen hampir satu juta ton buah mangga. Melimpahnya buah mangga ini, menyebabkan limbah kulitnya juga semakin banyak. Sayang jika limbahnya tak dimanfaatkan” ungkap Ketua Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke 31, Ahnaf. Selain itu, tambah dia, dibanding dengan kulit buah yang lain, kulit mangga mengandung senyawa antioksidan tinggi dengan daya inhibisi (hambatan) yang dimiliki untuk mencegah timbulnya korosi.
Ahnaf menjelaskan, dalam penelitian yang dilakukan membutuhkan sebanyak 75 gram kulit manga yang menghasilkan 280 mililiter ektstrak atau bahan pencegah korosi.
“Dari hasil ekstraksi tersebut, kemudian dicampur ke dalam larutan korosif” tambah dia.
Larutan korosif ini, kata dia, dibuat dari larutan kimia natrium klorida yang berfungsi sebagai uji korosi pada tin plate jenis logam dari kaleng makanan. Menurut Ahnaf, tin plate mengandung baja karbon yang terlapisi timah murni pada kedua sisinya.
“Timah inilah yang mampu terdegradasi dan menjadi korosi ketika bereaksi dengan zat pengawet dalam makanan kaleng tersebut” imbuhnya.
Anggota tim lain, Hafildatur Rosyidah mengatakan jika timah telah terdegradasi dari logam tin plate pada kaleng, maka timah tersebut akan tercampur dengan makanan yang ada di dalamnya. “Hal ini tentu saja sangat berbahaya bagi kesehatan jika ikut terkonsumsi” lanjut dia.
Melalui inovasi ini pun, Hafildatur berharap ekstrak antikorosi dari kulit buah mangga buatan timnya ini bisa digunakan oleh industri makanan kaleng.
“Bermanfaat bagi masyarakat adalah salah satu tujuan kami untuk melakukan penilitian ini,” jelas mahasiswi asal Pasuruan tersebut. Inovasi kulit mangga sebagai bahan antikorosi juga disiapkan oleh tim Ahnaf, untuk Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke 31 pada bulan Agustus mendatang di Yogyakarta. [ina]

Tags: