Bakal Calon Legeslatif Tak Harus Periksa di RS Saiful Anwar

Kota Batu, Bhirawa
Ketua KPU Kota Batu, Rochani meluruskan pemahaman para Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari Kota Batu bahwa pemeriksaan/ tes kesehatan yang meliputi tes jasmani, rohani, dan bebas narkoba tidak harus dilakukan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Diduga pemenuhan tes kesehatan sebagai syarat pendaftaran ini menjadi kendala bagi bacaleg untuk melakukan pendaftaran. Akibatnya, setelah sepekan dibuka, masih belum ada bacaleg yang mendaftarkan dirinya di KPU Kota Batu.
Rochani menjelaskan bahwa KPU RI telah menerbitkan Surat Edaran nomor 627 yang menyebutkan Rumah Sakit mana saja memenuhi syarat untuk melakukan tes kesehatan jasmani, rohani, dan bebas narkoba.
“Tetapi kita (KPU) juga tidak menolak jika sebelum penerbitan surat nomor 627 itu, ternyata bacaleg telah melakukan tes kesehatan di RS selain RS yang ditunjuk ataupun di Puskesmas. Asalkan bacaleg yang bersangkutan bisa menunjukkan hasil tes kesehatan itu kepada kita (KPU),”ujar Rochani, Selasa (10/7).
Sebelumnya, sempat terjadi penumpukkan bacaleg di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang untuk melakukan tes kesehatan. Sebagai RS milik Pemprov, para bacaleg yang datang ke RSSA tidak hanya dari Kota Malang saja, melainkan juga bacaleg di Daerah- Daerah di sekitar Kota Malang termasuk Kota Batu.
Diketahui, di surat KPU RI nomor 627 tersebut, ada 3 Rumah Sakit yang ditunjuk untuk melakukan tes kesehatan bacaleg di Malang Raya dan sekitarnya. Yaitu, RSSA, RST dr.Soepraoen, dan RSJ Lawang (Kabupaten Malang). Tentu saja hal ini mendorong para bacaleg dari Kota Batu untuk mendatang RSSA, karena merupakan RS terdekat.
Dijelaskan pula oleh Rochani bahwa setelah penerbitan surat nomor 627, KPU RI juga menerbitkan Surat Nomor 633. Salah satu isinya menjelaskan bahwa hasil tes kesehatan (dari RS selain yang ditunjuk KPU RI) juga tetap diterima walapun dilakukan pasca penerbitan surat 627.
“Jadi ini pemahaman yang berbeda dari para Bacaleg. Jadi hasil tes kesehatan (selain RS yang ditunjuk), baik sebelum maupun setelah penerbitan surat 627 tetap diterima. Jadi seharusnya masalah tes kesehatan yang menjadi syarat pendaftaran bacaleg tidak ada kendala,”jelas Rochani.
Diketahui, salah satu syarat pendaftaran calon legislatif periode 2019-2024 adalah kesehatan jasmani, rohani, dan bebas dari narkoba. Masing-masing caleg diwajibkan melampirkan berkas kesehatan saat mendaftar.
Adapun rumah sakit yang terdata dalam daftar lampiran surat edaran tersebut sebelumnya telah ditunjuk oleh Kementerin Kesehatan. Masing-masing rumah sakit juga memiliki kebijakan tersendiri dalam menentukan kuota.
Dari data yang diperoleh, per harinya RSSA memang mampu memberi layanan untuk 40 orang. Sedangkan RSJ Dr. Radjiman W Lawang mampu melayani 25 orang.(nas)

Tags: