Aksi Damai AMP di Surabaya Batal

Surabaya, Bhirawa
Aksi damai Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Kota Surabaya di depan Gedung Negara Grahadi batal digelar, Senin (30/7) kemarin. Pasalnya, Sekretariat Bersama (Sekber) Benteng NKRI telah menghadang aksi tersebut lantaran aksi tersebut dinilai sebagai separatisme. Selain itu, pihak Polrestabes Surabaya juga menolak surat pemberitahuan aksi damai AMP Kota Surabaya.
Hal tersebut disampaikan Anggota Sekber Benteng NKRI Susi Rohmadi saat ditemui bersama perwakilan dari FPI, Patriot Garuda dan Pemuda Pancasila. Menurutnya, Kota Surabaya harus bebas dari aksi-aksi yang mengarah pada gerakan separatis dan provokator- provokator yang membuat rusuh dan bisa membuat tidak kondusifnya Jawa Timur, khususnya Surabaya.
“Kita tidak menghendaki bangsa Indonesia terpecah belah. Aksi yang mengarah ke separatis harus dilarang, khususnya di Surabaya. Apalagi aksi itu serempak di Indonesia seperti di Jogjakarta dan Malang,” katanya.
Susi juga mendesak mahasiswa Papua yang tinggal di Asrama AMP di Jalan Kalasan untuk mengibarkan bendera Merah Putih. Mengingat imbauan peringatan HUT ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI tahun ini telah dikeluarkan Wali Kota Surabaya melalui Surat Edaran (SE).
“Ini juga dalam rangka memperingati 17 Agustus besok yang sesuai arahan Wali Kota Surabaya untuk mengibarkan bendera Merah Putih pada 14 sampai 18 Agustus melalui surat edaran,” jelas Susi.
Dengan Semangat #JogoSurabaya, lanjut Susi, mengapresiasi sikap dari Polrestabes Surabaya karena menolak surat pemberitahuan aksi damai AMP Kota Surabaya. “Kami juga mengapresiasi pihak Polrestabes karena telah menolak aksi tersebut ada di Kota Surabaya,” pungkasnya. [geh]

Rate this article!
Tags: