95 Peserta Ikuti Kompetisi ”Food Startup Indonesia” di Kota Surabaya

Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Sappe M. P Sirait (tengah) dan Perwakilan Perkumpulan Food Startup Indonesia, Bonnie Susilo (kanan) saat meninjau persiapan stand yang akan dipakai para peserta yang mengikuti Kompetisi Food Startup Indonesia di Atrium Ciputra World Surabaya. [Achmad Tauriq/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Untuk meningkatkan subsektor kuliner dengan menghubungkan perusahaan rintisan (startup) kuliner kepada kanal distribusi dan pemasaran produk serta meningkatkan peluang investasi baru dari sisi permodalan non perbankan, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menyelenggarakan Kreatifood 2018 di Surabaya.
Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Sappe M. P Sirait saat di konfirmasi Bhirawa usai press conference Kreatifood di Atrium Ciputra World Surabaya, Kamis (26/7) kemarin mengungkapkan setelah Surabaya, kegiatan Kreatifood akan berlanjut ke 9 kota Indonesia lainnya, seperti Medan, Palembang, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Malang, Samarinda, Makassar dan terakhir Denpasar.
“Bekraf berupaya meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif bidang kuliner dengan memberikan tambahan pengetahuan seputar ilmu investasi, kesiapan memasarkan di luar negeri dan bagaimana melakukan pengembangan kapasitas produksi,” terangnya.
Sappe M. P Sirait menambahkan selain itu Bekraf juga berupaya untuk mempertemukan pelaku ekonomi kreatif tersebut dengan pelaku rantai produksi lainnya (distributor atau reseller lokal).
“Kontribusi Bekraf ini merupakan salah satu wujud intervensi pemerintah terhadap perkembangan ekonomi kreatif Indonesia. Dengan adanya keterlibatan penuh dari pemerintah dan kerjasama pemerintah dengan pihak swasta, diharapkan menjadi akselerator perkembangan ekonomi kreatif menjadi lebih cepat serta dapat menginspirasi para pelaku ekonomi kreatif lainnya,” jelasnya.
Sedangkan kontribusi PDB ekonomi kreatif (ekraf) subsektor kuliner tahun 2016 adalah yang terunggul berdasarkan survei khusus ekraf oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu mencapai 41,4%. Pada tahun 2016, nilai ekspor kuliner mengalami peningkatan sebesar 6,92% menjadi $ 1.206,5 juta yang sebelumnya $ 1.179,0 Juta. Kegiatan Kreatifood 2018 ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Bekraf bagi subsektor penyumbang PDB ekraf terbesar tersebut.
Perwakilan Perkumpulan Food Startup Indonesia, Bonnie Susilo mengatakan peserta Kreatifood 2018 merupakan pelaku ekonomi kreatif yang ikut dalam kompetisi Food Startup Indonesia yang juga merupakan program Bekraf melalui deputi Akses Permodalan.
“Sebanyak 95 peserta yang telah melalui tahapan kurasi untuk mengikuti kompetisi Food Startup Indonesia dan tertinggi ada di Bandung dan selanjutnya disusul Surabaya yang akan unjuk kemampuan bidang pemasaran selama tiga hari,” ujarnya.
Rencananya Kepala Bekraf, Triawan Munaf dijadwalkan akan membuka Kreatifood pada hari ini, Jumat (27/7). “Setelah digelar pertama kali pada tahun 2016 di Jakarta, Kreatifood mulai mengembangkan jangkauannya pada tahun 2017 di Palembang dan Makassar dengan fokus pada pengembangan promosi soto dan kopi Indonesia,” pungkasnya. [riq]

Tags: