Tanamkan Karakter Anak Lewat Scrap Book

Hana Pertiwi saat membacakan Scrap Book dalam bentuk dongeng yang dibuatnya pada anak rusun Sombo.

Surabaya, Bhirawa
Rusun Sombo merupakan rusun tertua di Surabaya. Penghuninya didominasi warga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Permasalah sosial dan kurangnya kesadaran terhadap pendidikan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi lingkungan tersebut.
Hal ini ditemukan mahasiswi Pendidikan Guru PAUD Universitas Muhammadiyah Surabaya, Hana Pertiwi yang memiliki adik asuh di kawasan tersebut beberapa tahun terakhir. Di lokasi tersebut, Hana melihat anak-anak yang hanya di rumah dan tidak bersekolah.
“Di sana lingkungannya sangat memprihatinkan di sana juga pernah ada kasus narkoba. Anak-anak sudah banyak yang merokok. Makanya ingin membentuk karakter anak ini bagaimana caranya,” urainya.
Prihatin dengan kurangnya kegiatan yang bersifat edukatif untuk anak-anak, Hana lalu menyusun program Peduli Anak Rusun Sombo (Purbo) melalui RABI MAS (Media Scrap Book Beredisi Sebagai Internalisasi Nilai Islami Dalam Menanamkan Serta Pembentukan karakter sejak dini. Program ini diikut sertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat dan berhasil didanai.
Gadis asal Tangerang ini juga mengajak teman-temannya untuk menyusun konsep program. Yaitu Eny Nur Hasanah, Nur Yuliyawati dan Nanda Arsyada. Hana mengungkapkan, penguatan nilai-nilai karakter sejak anak masih usia dni merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, pendidik, pengasuh, masyarakat, dan pemerintah. Untuk itu kebersamaan, keselarasan, dan kemitraan dilakukan dengan masyarakat di rusun sombo melalui sosialisasi agar nilai karakter dapat dibiasakan di rumah.
“Media scrap book menjadi media bahan ajar yang bisa digunakan dalam cerita ber-edisi dengan berbagai macam cerita bergambar. Media scrap book dibuat dengan disetiap edisinya berisi cerita yang menjadi bagian dan internalisasi nilai-nilai Islami,”urainya.
Setiap nilai islami akan dijadikan satu buku. Sehingga Hana membuat tokoh, latar dan cerita dalam enam seri yang berbeda. Mulai dari seri kejujuran, bertanggung jawab, keadilan, kerja keras, ikhlas dan kesabaran. “Dalam media scrap book ini selain berisi nilai-nilai Islami juga sebagai penanaman dan pembentukan karakter sejak dini sebagar implementasi dari pendidikan karakter,”urainya.
Dibantu guru lukisnya, Hana mulai menyusun dan menciptakan tokoh kartun agar lebih mendekat pada anak. Karakter islami keluar dengan memakai nama- khas muslim, dari pakaian tokoh juga digambarkan pakai peci dan jilbab. Ia mengungkapkan, meskipun terlihat sederhana, Hana harus membuat buku dengan lukisan sendiri.
“Saat ini baru selesai satu seri, rencananya kalau sudah selesai semua akan dipatenkan,” pungkasnya. [tam]

Tags: