Tak Lena Arus Mudik

Perjalanan mudik lebaran, akan makin nyaman, dengan dibukanya 20 ruas tol baru. Serta beberapa rua jalan nasional pada jalur pantai utara Jawa (pantura) maupun pantai selatan telah diperbaiki usai musim hujan. Namun tetap waspada, dan tak lena di jalan. Karena lalulintas mudik selalu menunjukkan tren peningkatan kesibukan. Penyelenggara dan pengatur jalan juga dituntut lebih sigap (dan cerdas) meng-antisipasi situasi kepadatan, terutama pada pintu tol.
Gerbang tol, seyogianya menjadi perhatian seksama. Lebaran dua musim silam (tahun 2016) terjadi tragedi yang terduga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 17 korban jiwa, pada area Brexit (Brebes exit, pintu keluar Brebes Timur). Terjadi kemacetan sepanjang 34 kilometer, sampai di gerbang tol Palikanci. Korban jiwa diduga disebabkan kelelahan (dehidrasi), dan menghirup karbon mono-oksida.
Ruas jalan di perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Barat (jalur utara), akan selalu menjadi yang terpadat saat mudik lebaran. Ribuan kendaraan roda empat terjebak macet di tol. Walau sebenarnya terdapat jalur selatan (non-tol) yang pemandangannya sangat indah, dan longgar. Serta jalur tengah (juga non-tol) Surabaya sampai Bandung yang cukup lowong. Tetapi secara “adat” pengguna jalan nasional lebih memilih “jalan Daendels.”
Jalur pantura meliputi jalan nasional seluas 1.316 kilometer, mulai Merak (propinsi Banten) sampai Ketapang (Banyuwangi). Sedangkan lintas pantai selatan sepanjang 1.405 kilometer. Serta jalur tengah, Surabaya sampai Bandung, sepanjang 890-an kilometer. Ironisnya, jalur pantai selatan (melalui Yogya sampai Sukabumi), dan jalur tengah, kurang diminati.
Sehingga pemerintah perlu mem-promosi-kan pe-ramai-an lintas selatan. Promosi seyogianya telah masuk dalam agenda rencana operasional angkutan lebaran (Ropal). Begitu pula perlu ditambahkan program informasi kepadatan jalan nasional (dan tol). Serta penunjukan jalur alternatif, manakala terjadi kemacetan di pintu tol maupun jalan nasional (non-tol).
Namun sebenarnya, lalulintas lebaran (selama empat tahun terakhir) terasa lebih nyaman. Karena pemerintah (dan daerah propinsi) menyediakan fasilitas mudik gratis. Puluhan ribu bus disediakan untuk mengangkut penumpang secara cuma-cuma. Juga puluhan kapal laut, serta pesawat udara, akan melayani masyarakat dengan standar kenyamanan yang baik. Maka mudik lebaran, tidak perlu susah-payah menggunakan motor, karena arus lalulintas makin padat.
Selain pemerintah (dan daerah), mudik gratis juga difasilitasi oleh perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara), dan dunia usaha. Termasuk bank milik negara, ada yang menyelenggarakan mudik gratis dengan pesawat udara. Pendaftaran mudik gratis dapat dilakukan untuk sekeluarga (dengan bukti KK, Kartu Keluarga). Termasuk mendaftarkan sepedamotor yang akan diangkut-sertakan dalam kargo mudik gratis.
Tahun (2018) ini, puncak mudik diperkirakan terjadi pada H-2 lebaran, (13 Juni 2018). Seyogianya dipersiapkan perbekalan (makanan dan minuman), serta BBM (Bahan Bakar Minyak) yang cukup. Sebab boleh jadi, jalan raya akan sangat dipenuhi kendaraan. Kemacetan bisa terjadi cukup panjang. Sehingga tidak sempat membeli makanan maupun BBM di jalan. SPBU juga diantre banyak kendaraan.
Lebaran masih 10 hari lagi. Tetapi acara mudik pulang kampung sudah dijadwalkan oleh setiap rumahtangga. Bepergian dengan misi silaturahim tiap lebaran telah menjadi budaya paling kolosal di Indonesia. Tak terkecuali mendaftar menjadi peserta mudik dan balik gratis. Pemerintah propinsi Jawa Timur, misalnya, menyediakan moda sarana angkutan mudik dan balik penyeberangan (lintas laut) gratis.
Di seluruh Jawa, tak kurang dari satu juta umat pemudik lebaran menggunakan fasilitas gratis. Kewaspadaan juga mesti ditingkatkan pada saat berada di tujuan mudik. Karena kecelakaan bisa terjadi tak jauh dari rumah.

——— 000 ———

Rate this article!
Tak Lena Arus Mudik,5 / 5 ( 1votes )
Tags: