Sidoarjo Jadi Tuan Rumah AFF U-16 dan U-19

Kepala Disporapar Joko Supriyadi saat memimpin Rakor pelaksanaan pertandingan AFF 2018 U-16 dan U-19.

Sidoarjo, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo siap menjadi tuan rumah kompetisi Piala Asean Football Federation (AFF) 2018 untuk U-16 dan U-19, yang akan diikuti oleh 11 negara Asean. Kesiapan tersebut sudah dilakukan rapat koordinasi antara Pemkab Sidoarjo beserta jajaran terkait dengan pihak Panpel (Panitia Pelaksana) pertandingan.
Pelaksanaan pertandingan akan digelar di GOR Delta Sidoarjo Jl. Pahlawan Sidoarjo, untuk U-19 akan digelar mulai tanggal 1 Juli sampai dengan tanggal 14 Juli 2018. Sedangkan untuk pertandiangan U-16 akan digelar pada tanggal 25 Juli 2018 sampai dengan 25 Agustus 2018.
Kepala Disporapar Sidoarjo Joko Supriyadi mengatakan kalau pihak Pemkab Sidoarjo telah menyambut baik dan akan mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk keperluan pertandingan tersebut. Makanya hari ini telah dilakukan rapat koodinasi antara pihak Pemkab, PSSI Pusat, PSSI Jatim KONI Kabupaten serta pihak Pansel. “Termasuk kesiapan lapangan tidak ada masalah, karena rumput lapangan GOR Delta Sidoarjo ini sudah standar rumput terbaik se Indonesia,” katanya.
Sementara masih ada beberapa sarana prasarana lain yang perlu dibenahi, diantaranya kamar ganti pemain yang harus dilengkapi dengan tambahan urine noir, termasuk juga ruang media. “Untuk kamar ganti pemain yang kita butuhkan adalah 4 kamar, karena semalam bisa dilakukan pertandingan sebanyak 4 tim,” jelas Joko Supriyadi (6/6).
Begitu juga untuk venue-venue akan kita lakukan perbaikan-perbaikan usai lebaran nanti, karena bulan Juni banyak libur lebaran dan libur Pilkada. Sementera untuk pembenahan non venue akan kita serahkan kepada Panpel untuk saling melakukan koordinasi. “Jadi ini sebuah kehormatan bagi Sidoarjo bisa dipilih sebagai tuan rumah. Makannya akan kita persiapkan dengan sebaik-baiknya segala keperluan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Sementara Ketua Panpel AFF 2018 U-16 dan U -19, Ibnu mengatakan kebutuhan yang diperlukan untuk prosesi seremonial diserahkan kepada pemerintah daerah, karena ini ada urusan antara negara. Namun untuk keperluan pemain, mulai dari penjemputan hingga persiapan sarana dan prasarana, termasuk juga penginapannya, itu urusan Panpel.
“Rakor merupan hasil dari rapat pertemuan kami dengan PSSI, makanya kami harus mengundang pemerintah daerah sebagai realisasinya di lapangan,” jelas Ibnu. [ach]

Tags: