Sidoarjo Butuh Angkutan Sekolah Gratis

Ketua MTI Sidoarjo M. Franky Effendi menerima SK dari Ketua MTI Jatim.

Sidoarjo, Bhirawa
Kondisi lalu lintas di wilayah Sidoarjo setiap harinya terlihat sangat padat, terutama pada jam-jam kerja dan jam anak-anak sekolah. Untuk mengurai hal tersebut, agar tidak terjadi kemacetan, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Kabupaten Sidoarjo mendesak Pemkab Sidoarjo agar segera meluncurkan bus sekolah, karena wilayah Sidoarjo sangat membutuhkan bus sekolah atau angkutan sekolah gratis.
Desakan tersebut ditegaskan Ketua MTI Kabupaten Sidoarjo M. Frenky Effendi usai dilantik sebagai Ketua MTI Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, kemarin (25/6).
Ia menjelaskan kalau kondisi masyarakat Sidoarjo masih membiarkan anak-anaknya menggunakan sepeda motor yang belum pada waktunya. Banyak ditemui anak-anak setingkat SMP bahkan SD sudah menggunakan sepeda motor sendiri waktu berangkat dan pulang sekolah.
“Ini merupakan pelajaran yang kurang bagus bagi anak-anak. Khususnya orangtua yang membiarkan anak-anaknya menggunakan sepeda motor,” katanya. Oleh karena itu, sebelum kami bersama-sama dengan jajaran terkait sebelum memberikan pelarangan terhadap anak-anak yang menggunakan sepeda motor sebagai transportasi untuk sekolah. Kami berharap terlebih dahulu kepada Pemkab Sidoarjo agar bisa memberikan sarananya atau fasilitasnya, yakni disediakan angkutan sekolah. “Kita bisa kerjasama dengan armada-armada kendaraan umum itu diberikan fasilitas yang bagus untuk mengangkut para siswa dengan dibiayai APBD,” harapnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo sebelumnya, Asrofi juga sudah pernah mengatakan, kalau angkutan sekolah gratis itu nantinya akan menggandeng angkutan umum yang sudah ada. “Nantinya akan ada sekitar 150 angkutan umum yang digunakan sebagai sarana angkutan sekolah gratis supaya anak sekolah tidak menggunakan lagi kendaraan pribadi,” katanya.
Ia mengemukakan, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk merealisasikan rencana angkutan sekolah gratis ini, termasuk sebagai upaya untuk menggairahkan lagi moda transportasi umum dalam hal ini angkutan kota (angkot). “Angkota kota ini, tetapi beroperasi seperti biasa, tetapi pada saat jam-jam berangkat dan pulang sekolah akan digunakan untuk mengangkut anak sekolah, ” jelasnya.
Pihaknya masih melakukan kajian mendalam tentang teknis pelaksanaan angkutan gratis siswa sekolah ini supaya bisa segera terlaksana.Karena dalam pembayaran kepada pemilik angkot ini, kami akan berkoordinasi dengan asosiasi dan juga koperasi angkutan kota supaya bisa berjalan dengan lancar. Selain itu, kami juga mengkaji lagi, koneksi antar tempat tujuan.
“Saya berharap, angkot sekolah gratis tersebut akan terkoneksi di delapan belas kecamatan yang ada di sekolah sehingga siswa sekolah yang menggunakan kendaraan pribadi bisa berkurang,” harapnya. [ach]

Tags: