Separuh Sekolah Swasta Buka PPDB Dahului Negeri

Sidoarjo, Bhirawa
Kepercayaan masyarakat terhadap kualitas sekolah swasta sekarang ini terus mengalami peningkatan yang signifikan. Terbukti ada sekitar 50 persen sekolah tingkat SMA/SMK Swasta di Sidoarjo yang telah berani membuka PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun 2018 terlebih dahulu daripada negeri.
Padahal beberapa tahun yang lalu sekolah swasta dalam menerima siswa baru selalu menunggu giliran PPDB sekolah negeri selesai. Tapi dalam beberapa tahun terakhir ini untuk wilayah Sidoarjo sekolah swasta sudah berani melakukan PPDB lebih dahulu.
Kepala Dinas Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Endang Widiastuti, S.Sos, M.Si menuturkan kalau kepercayaan masyarakat terhadap sekolah swasta sudah meningkat lebih baik.
Menurutnya, kalau dilihat dari perbandingan lembaga pendidikan antara negeri dan swasta tidak berimbang. Untuk sekolah SMK Negeri di Sidoarjo hanya 5 lembaga, untuk SMK Swastanya sebanyak 74 lembaga. Begitu juga SMA negeri hanya 12 lembaga, dan untuk SMA Swasta sebanyak 54 lembaga sekolah.
“Sekolah-sekolah swasta tersebut sedah merata di seluruh wilayah kecamatan-kecamatan sudah ada. Sekolah negerinya belum semua kecamatan ada,” tuturnya.
Oleh karena itu, melihat banyaknya sekolah swasta yang melakukan PPDB terlebih dahulu ini menandakan kalau sekolah swasta kualitasnya juga cukup bagus, terbukti dengan membuka PPDB dahulu berarti kepercayaan masyarakat juga sudah sangat kuat. “Jadi menurut saya sangat bagus sekali, kebutuhan siswa juga bisa merata,” tuturnya, kemarin(21/6).
Makanya, saya berharap para siswa lulusan SMP yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMA/SMK jangan terlalu panik, jangan ngotot ingin masuk sekolah negeri. Karena sekolah-sekolah SMA/SMK swasta di Sidoarjo ini kualitasnya juga sangat bagus, tidak kalah sama sekolah negeri,” katanya.
Terpisah, Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA) juga menuturkan kalau pihaknya telah membuka PPDB sejak awal Maret 2018. Mengapa hal ini dilakukan, karena kami sangat yakin kalau masyarakat sudah sangat mempercayainya.
“SMAMDA sudah punya brand, sangat layak dibuka lebih dulu daripada negeri,” tutur Wigatiningsih.
Kepercayaan tersebut kami bangun sudah lama, sehingga untuk pendaftaran siswa baru belum kami buka sudah ada mayarakat yang ini mendaftar. Jadi kepercayaan itu tidak bisa diminta, tapi kepercayaan itu pemberian masyarakat sendiri. “Karena sudah mendapat kepercayaan dari masyarakat itulah kebutuhan siswa terus mengalami peningkatan. Tahun lalu kami menerima siswa baru sebanyak 13 rombel, sekarang ini meningkat lagi jadi 14 rombel,” pungkas Wigatiningsih. [ach]

Tags: