Rampak Sarinah Kediri dan Tulungagung Rayakan Ultah Puti Guntur

Kediri, Bhirawa
Relawan Rampak Sarinah dan Sedulur Marhaen (Semar) Kediri menyelenggarakan mocopatan untuk merayakan Ulang tahun (ultah) ke-47 Cawagub Puti Guntur Soekarno, Senin (25/6/18) malam. Kegiatan dilaksanakan di kediaman Lilik Suharti, Ketua Rampak Sarinah Komunitas Seniman di Gurah dengan dihadiri 150-an orang.
Selain di Kediri, ultah Mbak Puti juga dirayakan Rampak Sarinah Komunitas Petani dan ibu-ibu Yasinan Tulungagung pada Senin (25/6/18) sore. Hadir 50-an koordinator komunitas dan wilayah Rampak Sarinah se-Tulungagung.
Perayaan ultah Mbak Puti oleh Rampak Sarinah Kediri dihadiri Paguyuban Mocopat Panji Saputro dari Desa Pojok pimpinan Ki Bukhori dan juga Paguyuban Sangkara Gemrining dari Pare.
Hadir pula Grup Ketoprak Gajah Mada asal Jombang. Para seniman ini, laki dan perempuan memakai pakain adat Jawa.
Acara dimulai dengan pengantar oleh Eva Sundari, anggota DPR RI dari dapil 6 Jawa Timur (Kediri, Blitar, Tulungagung) yang menyampaikan salam dan terima kasih dari Puti Guntur Sukarno.
Eva juga menjelaskan sisi seniman Mbak Puti (pelukis, penyanyi, pemain piano, penari) maupun keterlibatannya dalam berbagai kegiatan membangkitkan seni budaya tradisional yang hampir punah di Jabar.
“Sebagai cucu BK, ada darah seniman yang mengalir deras dalam diri Mbak Puti. Sehingga, politik yang diusungnya memuat keindahan, kebijaksanaan, nilai-nilai luhur untuk memajukan peradaban,” jelas Eva Sundari yang sudah berkawan dengan Puti selama 10 tahun lebih.
Sebelum memimpin doa dan memotong tumpeng, Ki Yatno menyanyikan satu bait pupuh/tembang Sinom berisi ucapan selamat ulang tahun untuk Mbak Puti.
Yang menarik, salah satu cucu tuan rumah, Mesha Luna Dyah Pitaloka juga lahir bersamaan tanggal dengan Puti, juga merayakan ultah ke 9.
Pada malam hari ini, para seniman menyuguhkan 20-an tembang lengkap semua pupuh. Ada nembang bersama dan saling bersahutan antar penembang lintas paguyuban maupun para tamu.
Sementara, perayaan ultah Puti Guntur oleh Rampak Sarinah Tulungagung dimulai dengan pengantar berupa uraian Pancasila sebagai ideologi gerakan feminist nasionalis Indonesia oleh Eva Sundari.
“Sebagaimana saran Soekarno, maka pemberdayaan adalah strategi gerakan Sarinah berperan sebagai modal bagi membangun bangsa. Program-program pemberdayaan perempuan Gusti adalah tepat karena diorientasikan untuk mewujudkan kesetaraan gender yang ada dalam konsep kemanusiaan sila 2 Pancasila,” jelas Eva Sundari.
Rindu Rikat, Koordinator Rampak Sarinah menjelaskan bahwa peringatan ultah diisi acara syukuran dan doa mengingat Puti yang meresmikan pendirian Rampak Sarinah Tulungagung pada Februari 2018 lalu. Puti juga sebagai pembina organisasi, sehingga peringatan harlah ini adalah kegiatan internal organisasi.
Ibu Anis Sholekhah, tokoh Muslimat dari Ngantru diminta memimpin doa sebelum tumpeng dipotong. “Yaa Allah, jadikan kemenangan Mbak Puti di Pilgub Jatim sebagai kado terindah dari-Mu,” ucap Ibu Anis dengan suara dalam.
Sebelum memotong tumpeng dan makan bersama, para anggota membuat rekaman video ucapan ultah untuk dikirim ke Mbak Puti. Usai makan acara dilanjutkan dengan diskusi persiapan pelatihan bisnis hidroponik yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 Juli mendatang. (geh)

Tags: