Puti Guntur-Rektor UM Malang Duet Berikan Tips Ratusan Pemuda Enterpreneur

Ponorogo, Bhirawa
Ratusan pemuda di Jawa Timur yang tergabung dalam Smart Enterpreneur Club menggelar dialog kebangsaan bersama Mantan DPR RI Puti Guntur Soekarno dan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Drs Fauzan di Hotel Maesa, Ponorogo, Kamis (7/6/2018).
Dengan mengusung tema ‘Membangun Generasi Muda yang Mandiri dan Berwawasan Kebangsaan’, diharapkan pemuda menjadi berani dan mau beraksi. Obrolan kian semarak dan gayeng saat Drs Fauzan meminta kaum pemuda yang mayoritas mahasiswa memamerkan wirausahanya tersebut.
Mulai dari pemuda yang membuka usaha di bidang butik, fasyen, cinderamata bahkan kuliner. Sistem penjualannya pun telah memanfaatkan adanya sosial media (sosmed) secara online. Namun, untuk menjual dengan offline juga dilakukan disaat pulang kuliah.
Seperti, Pita Nirmala, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini diminta moderator acara Bambang Yuwono yang akrab disapa Logos ini untuk memberitahukan jenis usahanya.
“Saya bisnis yang bergerak di bidang fesyen dengan pangsa pasar anak-anak muda perempuan seusia saya. Mulai dari kerudung, baju yang memang sangat dicari sekarang ini,” kata Pita, perempuan asal Ngawi ini.
Selain Pita, Ridwan Yudha yang membuat papper cut dengan hiasan lampu led juga memanfaatkan sosmed Instagram dengan alamat Pecut.Led untuk penjualannya. Seketika, Puti Guntur yang menjadi Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 2 ini langsung me-nginvite instagramnya karena belum memiliki followers.
“Ini sudah saya follow instagram Pecut.Led, semakin banyak followersnya nanti akan semakin dikenal Pecut.Led. intinya jangan takut gagal, berani mengambil risiko, kalau tidak jangan harap bisa maju. Jangan putus mimpi,” kata Puti Guntur, cucu Bung Karno ini.
Mbak Puti, sapaan akrab Puti Guntur Soekarno mengatakan agar Smart Enterpreneur Club bisa maju dan berkembang tenth perlu adanya peran pemerintah. “Yang terpenting tidak akan membatasi, harus memberikan fasilitas seluas-luasnya. Karena pemuda milenial itu kreatif, dan harus diberikan ruang seluas-luasnya, benar?,” kata Mbak Puti dengan dijawab benar secara kompak.
Cawagub pendamping Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ini menceritakan, kakeknya Bung Karno pernah mengatakan ‘Berikan aku 10 pemuda akan aku guncang dunia’. “Karena, di dalam perjalanan Bangsa Indonesia sampai sekarang ini yang bisa merubah itu anak muda, bukan orang tua,” terangnya.
Peran pemuda, lanjut Mbak Puti, sangat dibutuhkan bangsa Indonesia untuk menorehkan menjadi bangsa yang kuat. “Maka agen perubahan itu, ya para pemuda yang berani. Kalau tidak berani tidak mungkin negara kita Merdeka,” imbuhnya.
“Pemuda itu pandai membaca situasi, dan Bung Karno juga seperti itu. Bung Karno tidak mau negara kita dikuasai oleh negara lain,” tambahnya.
Oleh sebab itu, Mbak Puti memberikan motivasi kepada pemuda milenial di Jawa Timur yang getol bergerak di bidang wirausaha. Ia mencontohkan, anak keduanya,
akyan Daanu Syahandra Kameron, yang masih duduk di bangku SMA kelas XII ini telah menggeluti bisnis yang disukainya.
“Adik-adik disini punya kesempatan untuk berubah. Anak saya yang laki itu sejak kecil suka mobil, dan sekarang dia jual pengkilap ban, dan hasilnya termyata lumayan. Peluang itu harus dicari dan harus diambil,” pintanya kepada mahasiswa.
Sementara, Rektor UM malang, Drs Fauzan juga berpesan kepada para pemuda Jawa Timur untuk menjadi pemuda idealis realistis. “Pemuda yang memiliki prinsip ini adalah pemuda yang cirinya bergerak di dunia enterpreneur,” katanya.
“Jangan banyak diskusi, tapi perbanyak aksi. Kalau ingin jual kue langsung jalan, jangan malu, Pede saja, tawarkan. Karena niat saja tidak cukup harus dieksekusi. Inilah ciri jiwa kewirausahaan. Adik-adik disini harus bisa memerdekakan untuk diri sendiri,” tambahnya. (geh)

Tags: