PJS Wali Kota Wahid Wahyudi Ajak Warga Arema Nyoblos di TPS

Pjs. Wali Kota Malang Wahid Wahyudi saat memberikan sambutan penutupan Kampanye Pilkada Kota Malang. Wahid Wahyudi juga berpamintan untuk kembali mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Peehubungan Peovinsi Jawa Timur.

Kota Malang, Bhirawa
Di akhir masa jabatannya, PJS Walikota Malang Wahid Wahyudi berpesan agar warga Kota Malang menggunakan hak pilihnya. Karena 27 Juni mendatang, Kota Malang akan dihadapkan dengan Pilwali Malang dan Pilgub Jawa Timur.
Pesta demokrasi itu, lanjut Wahid, akan diselenggarakan dalam waktu dua hari ke depan. Masyarakat Kota Malang akan melaksanakan Pilwali Malang dan Pilgub Jatim. Sehingga ia berharap masyarakat komitmen untuk menggunakan hak pilihnya.
“Tanggal 27 Juni ke TPS untuk memilih pemimpin Kota Malang dan Jawa Timur yang menjadi harapan kita dan mampu menjaga kondusifitas dan ketentraman serta mensejahterakan masyarakat Kota Malang,” tutur Wahid Wahyudi.
Kota Malang menurutnya tidak dapat dipisahkan dari Kota Batu dan Kabupaten Malang. Secara nasional, Kota Malang memiliki perkembangan yang positif. Sehingga walikota terpilih nantinya diharap mampu mengakomodir wilayah Malang Raya dan mensejahterakan masyarakat.
“Yang memiliki hak pilih, silahkan berbondong-bondong ke TPS untuk mencoblos,” urainya.
Kota Malang menurutnya merupakan miniatur Indonesia. Maka harus menjadi percontohan dalam pesta demokrasi, yaitu mampu melaksanakan pemilu yang damai dan aman.
Dia pun optimis aktivitas sosial, ekonomi, dan politik, lanjutnya, bisa berjalan baik dan kondisi kondusif akan terjaga dengan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Terlebih pemimpin di Kota Malang memiliki inovasi yang luar biasa.
Wahid juga memberi apresiasi kepada KPU Kota Malang dan menilai jika KPU Kota Malang merupakan KPU kekinian karena telah menyelenggarakan Gebyar Pilkada dengan melibatkan ratusan musisi dan masyarakat.
“Dan yang paling penting dalam helatan ini adalah Nggak Nyoblos Nggak Mbois Ker,” terangnya.
Tak lupa, ia pun pamitan setelah melaksanakan tugasnya sebagai PJS Walikota Malang selama 120 hari. “Selama 120 hari jika ada hal yang hilaf dan kurang, saya secara pribadi, keluarha dan PJS Walikota Malang memohon maaf. Saya yakin Malang dari hari ke hari akan semakin maju,” pungkasnya.
Kegiatan Sabtu malam 23 Juni 2018 kemarin, merupakan hari terakhir dia sebagai Pjs Wali Kota Malang, selanjutnya tampuk pimpinan Kota Malang akan kendalikan oleh H. Sutiaji.
Karena Wali Kota Malang HM. Anton ditahan KPK, sehingga secara otomatis setelah masa lampanye selesai pucuk piminan Kota Malang diserahkan kepada Wakil Wali Kota Malang Sutiaji.
Yang bersangkutan telah dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung Negara Grahadi pada tanggal 23 Juni. [mut]

Tags: