Pendaftar SMK Swasta di Kota Probolinggo Tanpa Zonasi

SMKN 2 Probolinggo salah satu SMK dengan calon peminat melebihi pagu.

Kota Probolinggo, Bhirawa
Tahun ini Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo menerapkan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Namun, Disdikpora menegaskan peraturan ini tak berlaku bagi sekolah swasta. Demikian pula untuk tingkat SMK juga tidak diberlakukan Zonasi.
Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kota Probolinggo Budi Wahyu Rianto, Sabtu 9/6 mengatakan, peraturan zonasi PPDB ini hanya diperuntukkan sekolah negeri. Baik untuk jenjang sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP). “Kalau sekolah swasta dibebaskan untuk pelaksanaan PPDB, tidak dibatasi oleh zonasi,” ujarnya.
Dengan tidak berlakunya sistem zonasi bagi sekolah swasta, diharapkan mereka tidak kesulitan untuk mendapatkan peserta didik baru. “Sekolah swasta bisa mendapat siswa tanpa dibatasi zona. Jika tidak tertampung di sekolah negeri, sekolah swasta bisa menjadi alternatif,” katanya.
Menurutnya, selain sekolah swasta, sekolah negeri juga boleh membuka pendaftaran bebas dari sistem zonasi. Itu, jika kuota siswanya belum memenuhi pagu yang telah ditentukan. “Kalau sampai batas waktu pendaftaran PPDB belum memenuhi pagu, maka boleh buka PPDB tanpa zonasi,” lanjut Budi.
Namun, jika kuota pendaftaran melebihi pagu, harus dilakukan seleksi. Seleksi pendaftaran siswa SD melalui tingkat usia siswa dan jarak sekolah dengan rumah asal siswa. Sedangkan, untuk SMP, selain dari usia dan jarak, juga ditentukan dengan nilai ujian sekolah. “Siswa yang usianya lebih tua dan jarak rumahnya lebih dekat, itu yang akan diterima,” paparnya.
Untuk tingkat SMK, masuk ke SMK tahun ini bakal kian ketat. Sebab, peserta didik yang berminat masuk SMK semakin bertambah di Probolinggo. Melihat ketatnya persaingan itu, terbuka peluang untuk membuka jalur seleksi. “Sekarang memang ada perubahan tren untuk masuk SMK. Karena SMK sekarang menjadi primadona bagi calon peserta didik,” ujar Sri Yuliasih, kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kota/Kabupaten Probolinggo.
Hal ini ditunjukkan dari minat calon peserta didik untuk mengambil PIN atau password akun pendaftaran online jenjang SMK. Diketahui, jumlah peserta yang mengambil PIN melebihi pagu yang disiapkan untuk sekolah. “Seperti di SMKN 2, yang mengambil PIN itu lebih dari seribu. Padahal, pagunya hanya berkisar 600 saja,” ujarnya.
Karena itu, akan ada proses seleksi yang dilakukan oleh sistem secara online. Seleksi ini akan melihat nilai ujian nasional peserta didik. Sementara itu, pendaftaran untuk jalur semi online telah ditutup. Yang dimaksud semi online yakni jalur prestasi, jalur bidik misi, jalur mitra, serta jalur inklusif. Hari ini (9/6) merupakan pengumuman untuk jalur semi online. Namun, untuk jalur online atau reguler, masih dibuka sampai tanggal 28 Juni 2018, trgasnya.
Pendaftaran bagi jenjang SMK tidak dibatasi oleh zonasi. “Semua calon peserta didik se-Jawa Timur bisa mendaftar di SMK yang ada di Kota Probolinggo. Begitu juga sebaliknya, calon peserta didik dari Kota Probolinggo bisa mendaftar di seluruh SMK yang ada di Jawa Timur,” jelasnya.
Berbeda dengan SMK yang dibuka tanpa zonasi, sistem pendaftaran tingkat SMA di Kota Probolinggo dibuat menjadi 1 zonasi. Yaitu, zonasi Kota Probolinggo. “Jadi siswa yang mendaftar di SMA, bisa mendaftar SMA 1, 2, 3, dan 4 tanpa batasan wilayah kecamatan. Calon siswa bisa membuat 2 pilihan sekolah. Kalau mendaftar di SMA, maka pilihan kedua adalah SMA juga. Tidak bisa di pilihan 1 memilih SMA, sedangkan pilihan 2 adalah SMK,” tandasnya.
Pendaftar untuk SMA dari luar Kota Probolinggo pun bisa mendaftar. Namun, pagu untuk siswa luar kota hanya 5 persen dari total pagu yang ada. “Dari luar kota bisa masuk, tapi dibatasi 5 persen dari pagu SMA,” tambahnya.(Wap)

Tags: