Pemkab Bondowoso Rencanakan Penyesuaian Ijazah

Staf dilingkungan pemkab Bondowoso yang selama ini mendapat tambahan tugas mengajar mendapat pengaraah dari Plt Sekda Bondowoso Karna Suswandi. [samsul Tahar]

Kurangi Defisit Tenaga Pendidik
Bondowoso, Bhirawa
Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk mengurangi defisit tenaga pendidik akibat lamanya tidak ada pengangkatan guru serta banyaknya tenaga yang pensiun. Upaya tersebut diantaranya dengan upaya melakukan penyesuaian ijazah bagi staf Pemkab Bondowoso yang mendapat tambahan tugas mengajar.
Hal ini sebagaimana terungkap dalam pengarahan yang dilakukan Plt Sekda Bondowoso Drs H Karna Suswandi MM didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) di aula Antapura Nayaka Wibawa Gedung BKD Bondowoso kemarin.
Dalam acara tersebur sedikitnya 87 staf yang diberi tugas mengajar dan belum diangkat menjadi tenaga fungsional mengikuti rapat koordinasi persiapan pelaksanaan ujian penyesuaian ijazah (PI).
Dalam laporannya kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bondowoso Wawan Setiawan, SH MH setidaknya masih terdapat ratusan staf yang diberi tugas mengajar dan statusnnya masih belum fungsional.
Kepala BKD menyebut bahwa nasib para guru yang belum fungsional mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten Bondowoso. Disamping karena nasibnya yang sudah lama menggantung, sejatinya pemerintah kabupaten Bondowoso masih sangat kekurangan tenaga pendidik.
“Dari 500 staf yang terdata, sebanyak 300 sudah tuntas permasalahannya dengan rincian sekitar 200 orang terangkat dalam jabatan fungsional dan 100 orang tidak terangkat karena melebihi batas usia dan beralih ke jabatan fungsional umum karena tidak memenuhi syarat diangkat menjadi fungsional,” katanya.
Beberapa persolan yang masih menjadi kendala untuk segera diangkat menjadi jabatan fungsional diantaranya karena pendidikan yang belum linier dan sampai saat ini masih ada staf yang belum tuntas menempuh pendidikan.
Untuk mengurangi defisit tenaga fungsional pendidikan, maka kepala BKD berencana akan mengadakan ujian penyesuaian ijazah dalam waktu dekat.
“Mohon bersabar, kita akan berusaha menuntaskan masalah bagi yang memenuhi syarat yaitu dengan pelaksanaan kegiatan penyesuaian ijazah,”ungkap kepala BKD.
Ditambahkan bahwa anggaran kegiatan ujian PI akan diusulkan pada perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2018. Jika disetujui dan dapat dilaksanakan maka ujian PI tahun 2018 akan dilaksanakan dengan sistem CAT (Computer Assist Test), sehingga seluruh calon peserta diminta untuk mempersiapkan diri untuk berkompetisi dengan cara belajar dan memperluas wawasan.
Sementara itu Plt. Sekretaris daerah menyebut bahwa, pemerintah akan memperjuangkan nasib para staf yang diberi tugas mengajar. Plt Sekda memberikan wejangan dan motivasi kepada calon peserta ujian PI agar terus meningkatkan kinerja. “Hanya yang terbaik yang akan dapat mencapai karir sesuai harapan,oleh karena itu tetap bersyukur, bersabar dan menjaga semangat agar nanti diberikan jalan dan kemudahan,” pungkas Plt. Sekda.
Kegiatan rapat koordinasi, diakhiri dengan paparan teknis tentang persiapan pelaksanaan kegiatan PI yang disampaikan oleh kepala bidang informasi dan pengembangan pegawai, Hasan Suryadi, SE,.MSi. [har]

Tags: