Operasi Ketupat Semeru 2018, Truk Bermuatan Lebih Bakal Ditilang

Kasatlantas Surabaya AKBP Eva Guna Pandia (kiri) saat mengecek tonase truk dan kelengkapan dokumen kendaraan di Jl Rajawali, Kamis (7/6).[abednego/bhirawa]

Polrestabes Surabaya, Bhirawa
Operasi Ketupat Semeru 2018 diawali Satlantas Polrestabes Surabaya dengan menggelar operasi gabungan. Operasi gabungan dengan Dinas Pehubungan (Dishub) Kota Surabaya dan TNI ini merazia truk-truk dengan muatan yang melebihi tonase.
Razia truk melebihi tonase ini dilakukan seiring meningkatnya jumlah pengiriman barang dan paket selama Lebaran. Operasi gabungan ini di gelar di Jl Rajawali, Bubutan, Surabaya. Selain kapasitas muatan yang diperiksa, kelengkapan dokumen muatan dan surat-surat seperti SIM dan surat uji KIR juga diperiksa.
Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, operasi gabungan ini mengawali Ketupat Semeru 2018 dengan merazia truk-truk yang memicu kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.
“Memasuki hari pertama Operasi Ketupat Semeru 2018, kita fokus melakukan pengecekan barang. Sebab pada 12-14 Juni angkutan barang tidak boleh melintas. Hari ini (Kamis kemarin) mungkin intensitas mereka cukup tinggi,” kata AKBP Eva Guna Pandia disela-sela pengecekan truk muatan di Jl Rajawali, Kamis (7/6).
Untuk melakukan pengecekan truk bermuatan, polisi dan Dishub Kota Surabaya membawa timbangan barang portable. Dengan dilakukan pencekan muatan truk-truk tersebut, kata Pandia, bertujuan untuk meminimalisi kecelakaan.
“Dengan begitu bisa menghindarkan truk mengalami patah pada as roda kendaraan. Ban pecah maupun rem blong,” jelas Pandia.
Pandia juga menyampaikan pihaknya tidak mau terjadi hambatan lalu lintas yang disebabkan oleh kelalaian sopir di Jalanan Kota Surabaya. Sebab menjelang Lebaran, arus lalu lintas yang masuk ke Kota Surabaya sangat padat.
“Kami tidak ingin lalu lintas terganggu akibat truk yang mengalami patah pada as ban dan juga ban bocor. Karena lebaran warga di luar kota surabaya masuk untuk mempersiapkan lebaran. Kami tidak ingin aktivitas orang Surabaya terganggu,” ungkapnya.
Pandia juga mengimbau kepada pemilik usaha ekspedisi untuk memperhatikan kelaikan armadanya dan juga sopir agar tetap dalam kondisi prima. “Armada harus diperhatikan kelayakanya. Sopir juga tidak boleh mengendarai dalam pengaruh alkohol dan narkoba. Selain itu surat-surat harus lengkap. Jika tidak maka akan kami lakukan penilangan,” tegasnya.
Dalam operasi ini, puluhan truk diketahui bermuatan melebihi kapasitas muatan. Mereka dilakukan tilang di tempat. Kebanyakan dari mereka surat-suratnya juga kurang lengkap, sehingga petugas terpaksa melakukan penilangan. [bed]

Tags: