KPK Bawa Empat Orang ke Jakarta

Tampak Ruang Kerja Wali Kota Blitar, Muh. Samanhudi Anwar disegel KPK yang berada di Jalan Merdeka Kota Blitar. [hartono]

Wali Kota Blitar Tak Pimpin Apel
Blitar, Bhirawa
Usai melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kota Blitar dan Tulungagung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa empat orang ke Jakarta. Sebelumnya mereka sudah menjalani pemeriksaan di Mapolres Blitar.
Kepala Kepolisian Resor Kota Blitar AKBP Adewira Negara Siregar mengungkapkan empat orang dibawa oleh Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi setelah pemeriksaan yang dilakukan di Mapolresta Blitar. Selain membawa empat orang tersebut, penyidik juga membawa berbagai macam dokumen. Mereka meninggalkan Mapolresta Blitar dengan kawalan ketat dari polisi.
“Yang dibawa ke Jakarta ada empat orang, dari tiga swasta dan satu PNS. Untuk PNS dari Tulungagung,” katanya saat dikonfirmasi di Blitar, Jatim, Kamis (7/6).
Ia mengatakan, Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memang telah datang di Kota Blitar sejak Rabu (6/6) malam. Mereka ada kegiatan dan Mapolresta Blitar dimintai bantuan sebagai tempat pemeriksaan.
Dalam pemeriksaan tersebut, Polresta Blitar juga tidak terlibat, melainkan hanya menyediakan tempat saja. Untuk kasus yang ditangani KPK sehingga memeriksa sejumlah orang, Kapolresta mengaku belum tahu. Hal itu juga termasuk barang bukti yang dibawa apakah hanya berkas atau ada uangnya.
Ia hanya dimintai bantuan menyediakan tempat pemeriksaan. “Kami tidak diberi informasi mengenai barang bukti apa saja. Yang jelas kami membantu penuh, mungkin masih ada beberapa tim di sini,” kata dia.
Untuk pengamanan lokasi yang telah disegel oleh penyidik KPK, Kapolresta menambahkan polisi tetap berupaya keras untuk membantu mengamankan lokasi yang telah disegel tersebut. Polisi tetap koordinasi dengan KPK, termasuk jika penyidik kembali datang ke Kota Blitar.
Sementara itu, terkait dengan keberadaan Wali Kota Blitar Muh. Samanhudi Anwar yang dikabarkan juga ikut terkena OTT, Kapolresta mengatakan tidak bisa berkomentar banyak sebab belum berkomunikasi ataupun berhubungan dengan wali kota dalam beberapa waktu terakhir ini. Ia juga tidak tahu keberadaan dari yang bersangkutan.
Pemeriksaan dilakukan di ruangan Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Blitar. Ada sejumlah penyidik yang juga ikut dalam kegiatan tersebut. Mereka juga terlihat membawa banyak dokumen diduga terkait dengan kasus yang saat ini ditangani KPK.
Setelah pemeriksaan selesai, rombongan Penyidik KPK meninggalkan Mapolresta Blitar. Ada sekitar tiga unit mobil yang dikendarai.
KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Blitar dan Tulungagung. KPK juga menyegel ruang di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung. Kepala dinas bersangkutan, SUT, juga dibawa oleh Penyidik KPK.
Di Kota Blitar, KPK juga menyegel ruang kerja Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar serta ruang kerja pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Blitar. Untuk ruang dinas PUPR tersebut, ada dua ruangan yang disegel, yaitu ruangan kepala dinas dan sekretaris dinas.
Sementara itu, pelaksanaan Apel pagi kemarin yang seharusnya dipimpin Wali Kota Blitar, Muh. Samanhudi Anwar tidak hadir dan digantikan Wakil Wali Kota Blitar, Santoso. Selain itu bersamaan dengan pelaksanaan Apel pagi di Balaikota sekitar pukul 07.00 Wib kemarin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Mohamad Sidik mendatangi Mapolres Blitar Kota menghadiri panggilan penyidik KPK.
“Kesini saya disuruh datang untuk dimintai keterangan sebagai saksi saja, terkait point nya apa saja juga tidak tahu,” terang Sidik yang diduga sebagai saksi terkait proyek pembangunan SMP Negeri di Kota Blitar.
Kemudian baru sekitar pukul 10.30 Wib, KPK langsung menggeledah ruang kerja Wali Kota Blitar, Mohamad Samanhudi Anwar SH yang berada di Jalan Merdeka Kota Blitar dan langsung meyegel ruangan tersebut terkait dugaan OTT Walikota Blitar.
Sebelum menyegel tampak sebanyak 4 orang penyidik KPK setelah menggeledah ruang kerja Wali Kota Blitar selama kurang dari 10 menit, keluar tidak membawa apa-apa yang kemudian langsung menyegel ruang kerja dengan segel KPK.
Sebelumnya selain menggeledah ruang kerja Wali Kota Blitar, penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di Rumah Dinas Wali Kota sejak Rabu mama kemarin, dimana salam penggeledahan tersebut Tim KPK ditemani oleh Kabag Umum Pemkot Blitar, Ninuk Setyorini.
Sementara perlu diketahui hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK, terhadap 5 orang yang terjaring diantaranya di Kota Blitar sebanyak 3 orang dan di Tulungagung 2 orang yang langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh Tim Penyidik KPK di ruang Satreskrim Polres Blitar Kota sejak Rabu malam.
Informasi yang diperoleh ke lima orang ini diperiksa di lima ruang berbeda dengan ruangan terkunci. Dimana kelima orang ini diduga diantaranya pejabat, pengusaha dan perantara. Bahkan dikabarkan dari penangkapan kelima orang ini yang sampai saat ini menjalani pemeriksaan, KPK mengamankan uang tunai di dalam 3 kardus berisi pecahan Rp 100.000.- dan Rp 50.000.- dengan total nilai sekitar Rp. 2 miliar, dan sampai saat ini Polres Blitar Kota juga masih belum memperbolehkan media untuk masuk kedalam Polres Blitar Kota. [htn]

Rate this article!
Tags: