Edukasi Makanan Halalan Thoyyiban Datangkan Chef Herman

Chef Herman saat demo cara memasak sushi yang benar dan cara memilih bahan makanan yang halal. [trie diana]

Surabaya, Bhirawa
Pentingnya menjaga makanan yang halalan dan thoyyiban sangat ditekankan SMA Muhammadiyah (SMAMDA) 2 Surabaya. Maka untuk memberikan edukasi bagaimana memilih bahan makanan yang halal dan cara memasaknya yang benar didatangkan Chef Halal Indonesia, Muhammad Herman alias Chef Herman Kemang, dengan demo masakan ala Jepang di halaman sekolah di Jl Pucang Anom Surabaya.
Menurut Kepala SMAMDA, Ustadz Astajab SPd MM, kegiatan ini digelar agar masyarakat pada umumnya, serta seluruh warga SMAMDA pada khususnya lebih teredukasi tentang makanan yang halal dan haram. Dan bisa memilih makanan yang halalan dan thoyyiban, sebab masalah ini masih sering dianggap hal remeh oleh sebagaian besar masyarakat. Padahal makanan yang terlihat halal belum tentu baik (thoyyib) dan makanan yang terlihat halal juga ternyata belum tentu halal karena pencampuran bahan-bahan didalamnya.
“Dengan digelarnya acara ini diharapkan warga masyarakat bisa memilih bahan makanan yang halalan dan toyyiban, serta memasaknya dengan cara yang benar juga. Sebab masih banyak sebagaian besar masyarakat yang kurang peduli dengan pemilihan bahan makanan yang halal dan thoyyib,” kata Ustadz Astajab disela kegiatan.
Acara diawali dengan pembahasan seputar makanan halal. Tentang bagaimana storage-nya sampai pengolahan. Dalam event ini SMAMDA mengangkat tema Japanese Food. Kenapa ? Karena masyarakat umumnya mengenal makanan-makanan asal Negeri Matahari terbit ini ”baik-baik saja” mungkin dikarenakan bahannya banyak yang dapat kita jumpai di sekitar kita, fresh, namun kebanyakan masyarakat tidak mengetahui dimanakah titik kritis kehalalannya.
Sosialisasi terkait cara pemilihan bahan-bahan makanan yang halal disampaikan Dr rer nat Fredy Kurniawan MSi, selaku Ketua Pusat Kajian Halal ITS, Prof Dr Moch Lazuardi DVM M Pharm (Fakultas Kedokteran Hewan, Kedokteran Dasar Veteriner Unair), Dr Ir Elfi Anis Saati MP, (Ketua Halal Center UMM/Pusat Kajian Pangan Aman Halal UMM (Universitas Muhammadiyah Malang).
Sementara itu, demo masak Japanese Food oleh Chef R Muhammad Suherman yang dikenal dengan Chef Herman Kemang, yang juga selaku Konsultan Industri Kuliner Halal dan Ketua Chef Halal Indonesia (CHI), serta penulis, content manager di www.dapurhalal.com.
Menurut Chef Herman, terkadang ibu-ibu yang memasak makanan di rumah tidak memperhatikan pemilihan bahan-bahan makanan benar-benar sudah halalan atau belum. Sebab ada cuka yang bahannya dibuat dari khammar atau arak yang telah difermentasi. Arak yang tidak laku inilah yang difernentasi untuk bahan baku cuka. Padahal cuka seperti ini tidak memenuhi unsur halalan thoyyiban.
“Terkadang ada cuka yang bahannya dari khammar atau arak yang difermentasi. Khammar yang tidak laku difermentasi lagi dan dijadikan cuka. Ini yang tidak memenuhi unsur halal. Maka ibu-ibu yang memilih bahan-bahan makanan harus teliti sebelum membeli bahan makanan, tetapi untuk amannya belilah bahan-bahan makanan yang sudah ada sertifikasi halalnya cari MUI (Majelis Ulama Indonesia),” kata Chef Herman yang juga alumni SMAMDA kepada audiens yang kebanyakan para ibu.
Selain didominasi para ibu, peserta yang hadir dalam event ini juga para guru, karyawan, dan IKWAM (Ikatan Wali Murid), juga turut hadir pula Dr Ir H Mangesti Waluyo Sedjati MM.B (CEO PT Samudra Kencana Mina), Prof. Dr Jenny Sunariani (Fakultas Kedokteran Gigi, Biologi Oral Unair), Prof Dr H Sugiyanto MS (Ketua LPPOM MUI Jatim), Dr Sucipto STP MP (Ketua Riset Grup Halal and Qualified Industry Development (HAL-Q ID) Universitas Brawijaya Malang), dan Begum Fauziah SSi MFarm (Ketua Jurusan Farmasi Unit Kajian Halal dan Thayyib FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang). [fen]

Tags: