Debat Pilgub Jatim III 2018 Gunakan Bahasa Jawa Timuran

KPU Jatim, bhirawa
Jelang pencoblosan Pilgub Jatim 2018, KPU Jatim akan menggelar Debat Kandidat Pilgub Jatim 2018, ke III yang mengambil tema “Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Public. Debat ketiga ini akan digelar Sabtu, 23 Juni 2018 di Dyandra Centre Jl. Basuki Rahmad Surabaya.
Komisioner KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro mengatakan
sengaja menggelar debat terakhir di penghujung kampanye, agar para pemilih tetap punya ingatan yang segar untuk calon calon yang akan berlaga di Pilgub Jatim mendatang.
“Kami berharap yang belum menentukan pilihan termasuk yang lain juga masih kuat ingatan tentang siapa paslon gub Jatim yang akan mereka pilih,” kata Gogot saat acara Gathering dengan wartawan di Kantor KPU Jatim, Jum’at( 22/3).
Komisioner KPU Divisi SDM dan Parmas ini mengatakan akan ada 4 panelis yang semuanya berbeda dengan panelis panelis debat Publik sebelum sebelumnya. Ke 4 panelis itu adalah Dr Biyanto (UINSA), Dr Dian Fericha SH MH (IAIN Tulungagung), Drs Andy F Wijaya (UNIBRAW) dan Kris Nugroho ( UNAIR). Para panelis ini akan memberi pertanyaan kepada para kandidat sama seperti debat 1 dan 2, hanya saja dalam debat terakhir ini kata Gogot akan ada segmen pertanyaan yang berasal masyarakat melalui panelis dan dibacakan oleh moderator.
“Kita memberi kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya pada kandidat, petanyaaan ini akan dipilih oleh panelis dan dibacakan oleh moderator,” tambah pria asal Jember ini.
Selain itu berbeda dengan debat sebelumnya kali ini akan ada pertanyaan menggunakan bahasa Jawa timuran, dan harus dijawab dengan menggunakan bahasane Jawa timuran juga. “Pertanyaan ini awalnya kami harap akan dibacakan oleh Cak Kartolo, tapi karena beliau tidak bisa sementara akan dibacakan oleh moderator. Namun jika ada tokoh yang cocok, nanti kita bisa pertimbangkan untuk dibacakan oleh tokoh tersebut,” ungkapnya.
Sesi debat menggunakan bahasa Jawa ini mendapat apresiasi dari pengamatan politik Mochtar W Utomo, menurut pengamat asal Unijoyo ini mengaku ini adalah gagasan yg bagus dan fundamental. ” Ini menjadikan debat ini jadi menarik dan orang jadi tahu ini debat Pilgub mana. selama ini kan gak ada ciri khasnya,” kata Mochtar. [cty]

Tags: