Ajak Pahami Filosofi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika

Dr H Soekarno

Dr H Soekarno
Upaya merongrong persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang belakangan terjadi untuk memecah belah bangsa Indonesia, mendapat perhatian serius. Perhatian itu terutama datang dari tokoh masyarakat, komunitas kebangsaan maupun cendekiawan Indonesia. Salah satunya yang diungkapkan Ketua Program Studi Mata Kuliah Umum (MKU) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Dr H Soekarno. Menurut Soekarno masyarakat Indonesia saat ini terutama generasi muda harus menyadari hakekat Pancasila secara utuh dan menyeluruh. Mengingat generasi muda menjadi objek mudahnya paparan radikalisme yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Dalam memahami Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika kita harus mengembalikannya pada kajian yang objekif dan ilmiah,” ungkapnya.
Hal itu, lanjut dia, terkait peristiwa pengeboman beberapa waktu yang lalu yang memporak-porandakan nilai kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia yang sudah terjalin.
Dalam konteks objektif, mereka harus memahami segi filosofis dari Pancasila, imbuhnya. “Seperti hakekat sila-sila Pancasila itu apa. Jadi kita kembali lagi pada sila-sila pancasila. Karena sila-sila dalam pancasila ini tidak bisa dipisahkan” sahutnya
Missalnya saja, tambah dosen Pancasila Untag ini, dalam praktek sila Ketuhanan yaitu Ke-Tuhanan yang Maha Esa tidak bisa digunakan tanpa mempertimbangkan sila-sila yang lain. “Tanpa mengikuti koridor demokrasi yang terkonstitusional di Indonesia itu juga tidak bisa” tambah dia
Karno, sapaan akrab nya menambahkan jika tanpa memperhatikan tercapainya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bukan praktek ke-Tuhanan yang Maha Esa sebagaimana yang Pancasila maksud. “Karena ada latar belakang di balik sila-sila pancasila” imbuh dia.
Katakanlah ada sebuah ritual ke-Tuhanan yang Maha Esa namun dalam prakteknya hal itu bertentangan dengan kemanusiaan yang adil dan beradab. misalnya, ajaran jalan pintas masuk surge dengan melibatkan keluarga, yang ternayata mengorbankan jiwa manusia serta mencederai sisi kemanusian dan persatuan Indonesia. “Hal-hal itulah yang perlu kita tekankan kepada mahasiswa, bahwa tidak ada ajaran seperti itu. dan itu bukan bagian dari keinginan Pancasila” papar dia. Dengan upaya pengembalian hakekat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang di tekankan kepada generasi muda maupun mahasiswanya, mereka semakin jernih dalam memahami ajaran-ajaran bung Karno dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menekankan, jika bertitik pada kejernihan apapun kejadian yang bertujuan memecah belah kesatuan dan persatuan NKRI akan tersanggah dengan sendirinya.
“Sehingga kalau bertitik pada kejernihan, maka kejadian apapun akan tersanggah dengan sendirinya, biar semakin dewasa memahami Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila,” pungkas dia. [ina]

Tags: