Wartawan dan Tokoh Agama Nganjuk Gelar Aksi Keprihatinan

Bertempat di Alun Alun Nganjuk, puluhan wartawan bersama tokoh agama dan masyarakat menggelar aksi keprihatinan atas aksi pemboman oleh teroris di Surabaya dan Sidoarjo. (ristika/bhirawa]

Nganjuk, Bhirawa
Rentetan aksi bom bunuh diri kelompok teroris yang terjadi di Surabaya sejak Minggu (13/5) hingga Senin (14/5) kemarin menggugah rasa keprihatinan para wartawan dan tokoh agama Kabupaten Nganjuk. Mereka menggelar acara doa bersama dan mengutuk aksi keji para teroris yang menyebabkan belasan orang tak berdosa kehilangan nyawa.
Wartawan Kabupaten Nganjuk, tokoh agama bersama anggota TNI dan Polri menggelar acar renungan di Alun Alun. Mereka menyalakan lilin keprihatinan sambil membacakan puisi mengutuk aksi biadab para teroris.
Salah satu yang dibacakan dalam acara tersebut adalah surat terbuka dari Chris Jon untuk tuan teroris. “Sebagai warga negara indonesia, kita ikut berbelasungkawa dan mendoakan korban-korban aksi teroris di Surabaya. Kita juga mendoakan para keluarga korban meninggal supaya tabah dan bagi para korban yang mengalami luka segera diberikan kesembuhan,” kata Puguh Santoso, selaku koordinator aksi.
Dikatakan Puguh Santoso, teror bom yang terjadi di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, sejak 25 jam terakhir menimbulkan korban keseluruhan ada 21 masyarakat yang tewas dalam insiden mengenaskan tersebut. “Data yang kami peroleh dari release resmi Polda jatim, total ada 21 orang masyarakat meninggal, kemudian 13 pelaku teror tewas,” ujar Puguh Santoso prihatin.
Sementara itu Pendeta Nabita Talin dari Gereja Bethani Nganjuk menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya para korban dalam aksi terorisme yang terjadi beruntun mulai dari Mako Brimob Jakarta dan pemboman di Surabaya.
Pdt Nabita Talin mengatakan, pelibatan perempuan dan anak-anak dalam aksi teroris ini merupakan bentuk kekerasan dan manipulasi terhadap perempuan dan anak-anak yang tidak berdaya. Oleh sebab itu dia mengutuk keras aksi biadab terorisme dalam bentuk apapun, dimanapun, kapanpun, terutama yang memanfaatkan perempuan dan anak-anak.
“Kami mendukung Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas pelaku baik perorangan, kelompok maupun organisasi teroris dan seluruh aktivitasnya. Selain itu Polisi juga semoga menangkap aktor dibalik terorisme di Indonesia,” ujar Nabita Talin.
Hal senada juga diungkapkan oleh Michael Tosca perwakilan muda mudi Katolik Kecamatan Tanjunganom. Michael Tosca berharap masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, tidak takut, tetapi tetap melawan aksi terorisme dan paham radikalisme melalui pendidikan dalam keluarga dengan cara-cara damai.
Selain itu, muda-mudi Katolik juga mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut secara cepat dan tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut. “Gerakan terorisme sudah semakin sedemikian merajalela, maka diperlukan penanganan khusus yang lebih intensif dari berbagai pihak. Kita percayakan kepada aparat Kepolisian bersama jajaran untuk merespon tuntas tragedi ini, sekaligus memberikan rasa aman kepada warga negara,” pungkas Michael Tosca.(ris)

Tags: