Tingkatkan Layanan Berbasis Teknologi, Bukalapak Sandang Unicorn

CEO Bukalapak Achmad Zaky saat menjadi pembicara di ajang Idea-X The NextDev Surabaya 2018.

Surabaya, Bhirawa
Bukalapak telah meningkatkan pelayanan yang berorientasi pada pelanggan dengan memaksimalkan teknologi dan terus membina talenta-talenta lokal setelah diraihnya status ‘unicorn’ dengan jumlah tiga juta pelapak.
CEO Bukalapak, Achmad Zaky saat dikonfirmasi Bhirawa, Selasa (1/5) kemarin mengungkapkan Bukalapak sebagai salah satu pemain kunci di industri ‘marketplace’ ini memiliki warna unik, sebab Bukalapak membangun komunitas yang besar dan aktif. “Inilah yang membuat Bukalapak unggul dibanding yang lain, untuk itu Bukalapak harus terus mengerti dan penuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Zaky menambahkan untuk istilah unicorn merupakan kaitan pada startup yang sudah memiliki valuasi mencapai 1 miliar dollar AS atau setara Rp14,2 triliun. Ia berharap melalui ajang Idea-X The NextDev Surabaya se tidaknya banyak bermunculan startup berkualitas yang mampu menjagkau pasar internasional. “Di ajang ini, ayo buktikan kalau Arek-arek Suroboyo mampu tunjukkan kualitas startup nya di kancah internasional hingga menuju Silicon Valley,” tegas Zaky.
Dengan meraih status unicorn di tahun 2017 lalu telah menghantarkan Bukalapak ke fase bisnis baru. “Status ini jadi sebuah ‘milestone’ untuk kami, namun kami tetap berusaha inovatif untuk berkontribusi dan perubahan positif melalui pemanfaatan teknologi,” jelasnya.
Sedangkan dari sisi pelanggan hingga kini, konsumen Bukalapak didominasi oleh segmen yang rentang usianya mulai dari 25 hingga 34 tahun, bahkan dari pola transaksi di Bukalapak memang berbeda-beda. Halnya pola transaksi generasi X yakni usia 35-57 tahun dan Y memiliki transaksi tinggi hingga mencapai Rp350 ribu pertransaksi. Sedangkan di generasi Z, nilai transaksi masih rendah dibanding dua generasi sebelumnya.
Untuk kecenderungan berbelanja, kata Zaky telah menampakkan perbedaan signifikan antara gen X dengan yang lain. “Ada tiga kategori yang paling sering dikunjungi dan terjadi transaksi yang dilakukan oleh gen X. Di antarannya, kategori telepon genggam, hobi dan kolekso dan yang terakhir kebutuhan rumah tangga. Lalu untuk gen Y, kecenderungannya bertransaksi di 3 kategori juga seperti, gawai dan asesoris,hobi dan koleksi serta fashion pria,” terangnya. [riq]

Tags: