Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Guru Dituntut Profesional

Bupati Saiful Ilah saat membuka konferensi Kerja Guru Kabupaten Sidoarjo.

Sidoarjo, Bhirawa
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sidoarjo menyusun program kerja untuk mewujudkan guru yang profesional lewat ajang Konferensi Kerja Kabupaten ke III PGRI Kabupaten Sidoarjo selama dua hari mulai 8 – 9 Mei di Hotel Puncak Ayanna Trawas, Mojokerto.
Wakil Ketua PGRI Propinsi Jawa Timur Husin Matamin menilai peran guru sekarang mulai tergeser. Ketika bermaksud mendidik anak – anak, tidak sedikit yang berurusan dengan hukum karena misalnya ada guru yang mencubit atau menjewer sudah dilaporkan ke polisi.
Ia juga mengingatkan agar para guru tidak ikut terlibat politik praktis, menurut Husni hal itu akan mempengaruhi kinerja guru, tidak lagi bisa fokus mendidik. Guru harus bebas dari kepentingan politik agar bisa bekerja professional.
“Zaman sekarang ini guru juga dituntut untuk sabar, cara mendidik zaman dulu dengan sekarang jauh berbeda. Dulu menjewer atau mencubit sudah biasa dilakukan para guru agar murid rajin dan disiplin , sekarang bisa langsung dilaporkan ke polisi,” ingat Husni.
Bupati Sidoarjo Saful Ilah mengatakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menaruh harapan besar kepada PGRI Sidoarjo untuk berperan aktif sebagai mitra kerja pemerintah daerah, untuk membina guru menjadi profesional.
“Masih diperlukan berbagai upaya keras agar pekerjaan guru bisa dilaksanakan lebih baik lagi ke depannya. Maka dari itu, pemerintah akan terus mengupayakan berbagai upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru,” harap Bupati Saiful Ilah.
Ketua PGRI Kabupaten Sidoarjo Suprapto mengucapkan terimakasih kepada Bupati Sidoarjo yang sudah memperhatikan kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT) dengan menaikkan honor dari Rp 1 juta menjadi Ro 1,5 juta.
“Pemda Sidoarjo sudah menaruh perhatian besar kepada para guru, terutama GTT dengan menaikkan honor, tentu ini akan berpengaruh pada para guru untuk fokus dalam mengajar,” ujar Suprapto. [ach]

Tags: