Telur dan Beras Paling Diburu di Pasar Murah Disperindag Jatim

Masyarakat saat membeli beras yang disediakan Bulog Divre Jatim diacara pasar murah di Kantor Disperindag Provinsi Jatim.

Pemprov Jatim, Bhirawa
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim menggelar pasar murah selama dua hari pada 24-25 Mei 2018. Hasilnya, produk-produk sembako seperti beras dan telur paling diburu masyarakat sekitar kantor Disperindag Jatim.
Dalam program Gubernur Jatim Dr H Soekarwo yang berbentuk pasar murah ini, Disperindag Jatim mendirikan sebanyak 30 stan yang menyediakan beragam komoditas. Seperti beras, tepung terigu, telur ayam, gula pasir, daging ayam, minyak goreng dan berbagai jenis produk IKM dan UKM.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Provinsi Jatim, Dr Ir Drajat Irawan SE MT, berbagai macam kebutuhan pokok tersebut disediakan Bulog Divre Jatim, anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jatim, PPI Jatim, PT Kebun Agung, para pengusaha kebutuhan pokok dan produk IKM/UKM.
“Kegiatan pasar murah ini merupakan tindakan nyata dan kepedulian Pemprov Jatim, untuk mendekatkan market ke tengah-tengah masyarakat disekitar lingkungan Disperindag Jatim. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk mengendalikan inflasi, seperti yang ditargetkan Pak Gubernur bahwa pada Ramadan dan Lebaran tahun ini harus terjadi deflasi,” kata Drajat, dikonfirmasi, Minggu (27/5).
Berbagai komoditas di pasar murah ini, barang-barang yang dijual tentunya di bawah HET (harga eceran tertinggi). Contohnya beras medium Rp9.000/kg, beras premium Rp10.800/kg, telur ayam Rp19.000/kg, gula Rp11.000/kg, minyak goreng Rp11.000/kg, daging ayam Rp29.500/kg dan paket sembako Rp75.000 per paket. Dengan isi beras 5 kg, minyak goreng 2 liter dan gula 1 kg. Jika harga normal, harga per paketnya mencapai Rp77.250.
“Pak Gubernur sangat peduli terhadap perkembangan harga bahan kebutuhan pokok di masyarakat. Dengan mengadakan pasar murah secara berkala, diharapkan kegiatan ini membantu masyarakat menyediakan barang kebutuhan pokok dan produk lainnya dengan harga terjangkau, sekaligus mempromosikan IKM dan UKM,” ujar Drajat didampingi Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Jatim, Ir Saiful Jasan.
Selain di Disperindag Jatim, lanjutnya, pasar murah juga digelar dibeberapa daerah. Seperti di Madura, Malang dan Gresik yang secara khusus meminta pemprov agar menggelar pasar murah di kabupaten yang terkenal dengan semennya ini. “Kegiatan pasar murah ini termasuk yang cukup efektif menekan harga agar tidak melonjak saat Ramadan, Lebaran, Natal dan tahun baru,” tandasnya. [iib]

Tags: