Tekankan Profesionalisme Anggota

AKBP Boby Paludin Tambunan

AKBP Boby Paludin Tambunan
Pekerjaan Polisi identik dengan masyarakat, baik yang berhubungan dengan membina, melindungi dan mengayomi masyarakat. Hal itu tentunya diiringi dengan profesionalisme Polisi sebagai penegak hukum yang dituntut untuk professional dan meningkatkan kemampuan sebagai anggota Polri.
Sebagai aparat penegak hukum dalam melaksanakan tugas, Polisi dituntut menanamkan rasa kepercayaan kepada masyarakat guna menegakkan wibawa hukum. Hal itulah yang ditekankan Kapolres Bangkalan, AKBP Boby Paludin Tambunan kepada seluruh anggota jajarannya. Meski kurang lebih satu bulan menjabat sebagai Kapolres, Boby menekankan kepada anggotanya untuk menanamkan nilai kepercayaan didalam masyarakat.
“Sebagai anggota Polri tidak boleh berpuas diri terhadap ketrampilan dan kemampuan yang dimiliki saat ini. Perkembangan kehidupan di tengah masyarakat, ada perkembangan globaliasai dan teknologi serta informasi, menuntut Polri untuk senantiasa meningkatkan kemampuan dan keprofesionalannya,” imbaunya.
Dengan adanya kemampuan dan keprofesionalan anggota, Boby mengakui hal itu merupakan modal bagi Polri untuk memberi kepercayaan sebagai aparat penegak hukum dan pengayom masyarakat. Kalau tidak mempunyai hal itu, Boby meyakini Polri tidak akan mampu melayani masyarakat dengan baik. Hal inilah yang coba ditekankan pada anggota jajarannya.
Adanya kemajuan teknologi dan perkembangan di masyarakat, banyak sekali terjadi perubahan di masyarakat. Khususnya tentang masalah kejahatan, Boby menjelaskan, banyak perubahan mengenai modus operandinya dan jenis tindak pidananya. Sehingga hal itu harus bisa dipahami dan diantisipasi oleh anggota Polri.
“Cara agar dapat menangani dan mengantisipasinya, saya kira setiap anggota Polri harus menyadari dan mengupgrade (memperbaharui) kemampuannya. Sehingga betul-betul memiliki kompetensi dan ketrampilan yang dapat menantisipasi dan mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.
Mantan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim ini mengimbau dan mengharapkan anggotanya bisa meningaktkan kemampuannya, khususnya dibidang reskrim (reserse criminal). Karena dalam reskrim, diakui Boby banyak sekali tindak pidana yang mau tidak mau menuntut anggota harus bisa mengungkap kasus tersebut. Terutama memberdayakan informasi dan teknologi (IT).
“Ketika masyarakat menjadi korban tindak pidana dan tidak bisa diungkap oleh Polri, saya kira itu menjadi satu hal yang menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Bagaimanapun Polri harus bisa mengungkap suatu kasus atau tindak pidana guna meningkatkan kepercayaan terhadap masyarakat, dan memberi rasa aman terhadap masyarakat,” pungkasnya. [bed]

Rate this article!
Tags: