Sigit Sumarsono : 19 TKA Tercatat di Disnaker Kab.Probolinggo

Para TKA dan tenaga kerja lokal berbaur di PLTU Paiton.

Pemkab Probolinggo, Bhirawa
Keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kabupaten Probolinggo belum memberikan sumbangan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu, lantaran masih belum ada regulasi yang mengatur hal itu. Karena tak ada payung hukumnya, maka para ekspatriat itu tidak dikenai retribusi. Hal itu diakui Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo Sigit Sumarsono, Jum’at 4/5.
Saat ini retribusi dari para TKA yang bekerja di Probolinggo masuk ke Pemprov Jatim. “Kalau ada perbup-nya pasti retribusi ke kami. Jadi, masuk ke provinsi,” terangnya.
Karena itu, Disnaker kini melakukan inisiatif agar keberadaan warga asing ini memberi dampak positif. “Untuk perbup-nya masih dalam proses. Jadi, setelah perbup nanti sudah jadi maka PAD atau retribusi dari TKA pasti masuk ke kami,” katanya.
Ia menargetkan, retribusi bagi para TKA akan diberlakukan mulai pada 2019 mendatang. Sebab, penyusunan perbup masih dalam tahap proses. Jika perbup itu sudah jadi, maka akan langsung diterapkan. “Target kami 2019. Untuk sekarang tidak bisa karena masih penyusunan perbup,” tandasnya.
Namun, hal itu tidak berlaku pada TKA yang bekerja lintas daerah maupun provinsi. “Jadi, untuk TKA yang akan dikenai retribusi di Probolinggo hanya TKA yang khusus bekerja di Probolinggo. Jika itu lintas kabupaten atau lintas povinsi retribusinya lain,” jelasnya.
Tahun ini, TKA yang ada di Kabupaten Probolinggo sekitar 19 orang. Rata-rata mereka berasal dari Republik Rakyat Cina. Sedangkan sisanya yaitu dari India, Jepang, Amerika, dan juga Australia.
Sementara itu, jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kabupaten Probolinggo menurun sepanjang dua tahun terakhir. Tahun 2017 diketahui ada sebanyak 22 orang TKA dan pada 2018 ini hanya sekitar 19 orang TKA.
Terkait hal ini, Sigit Sumarsono mengatakan, jumlah TKA yang terdaftar dan tercatat di dinasnya selalu berubah-ubah. Pada tahun ini sedikitnya sekitar 19 orang yang tercatat. “Itu, sudah menurun dari tahun sebelumnya yaitu sekitar 22 orang TKA,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan, untuk semua TKA yang bekerja di Kabupaten Probolinggo itu bukanlah tenaga kasar. Melainkan mereka adalah tenaga ahli yang dipekerjaan oleh perusaannya. Untuk tenaga kasar sendiri tidak ada.
“Yang pasti itu tenaga ahli semuanya. Untuk tenaga kasar ya tidak ada. Kan masih banyak warga negara Indonesia sendiri. Jadi, untuk tenaga ahlinya saja yang bekerja ini,” paparnya.
Selain itu, para TKA yang bekerja di wilayahnya itu tidak sama satu sama lain. Masa kerjanya ada yang satu bulan, dua bulan, bahkan hingga satu tahun. Mereka tidak menetap di Probolinggo pada kurun waktu yang lama.
“Dari mereka itu ada yang bekerja lama seperti yang perpanjangan tahunan. Nah, kalau seperti itu maka yang bekerja lama itu akan menetap biasanya. Kalau yang hanya satu sampai tiga bulan dia akan balik ke negaranya dan kalau ada kontrak baru akan kembali lagi,” tuturnya.
Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, dari jumlah 19 orang pada tahun ini yang menjadi TKA di Kabupaten Probolinggo kebanyakan adalah warga Tiongkok. Sisanya, yaitu terdiri dari India, Jepang, Amerika, dan juga Australia, tambahnya.(wap)

Tags: