Schneider Electric Dukung Percepatan Industri 4.0 di Kawasan Timur

Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly (dari kanan ke kiri) bersama dengan Martin Setiawan selaku Vice President Partner Project & EcoBuilding Business Schneider Electric Indonesia mengunjungi salah satu booth menampilkan EcoStruxure Building Operations di acara Pembukaan Schneider Electric Innovation Summit 2018 di Hotel Shangri-La Surabaya.[trie diana/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, mengajak para pelaku industri, pembuat kebijakan dan asosiasi di Surabaya dan Kawasan Timur Indonesia untuk berbagi BOLD IDEAS dan berdiskusi bagaimana transformasi digital dalam pengelolaan energi menjadi aspek penting dalam percepatan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut melalui acara tahunan Innovation Summit 2018. Acara bertemakan Powering & Digitizing The Economy diselenggarakan di Surabaya pada 2 – 3 Mei 2018. Surabaya menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan Innovation Summit yang ke dua setelah Jakarta pada tahun ini.
Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly menjelaskan digitalisasi telah menjadi agenda prioritas Pemerintah Indonesia melalui Roadmap Making Indonesia 4.0 termasuk digitalisasi dalam pengelolaan energi dan otomasi. “Digitalisasi mengubah cara berbisnis, interaksi antara perusahaan dengan pelanggannya, serta meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global,” katanya kemarin.
Melalui digitalisasi, Indonesia diperkirakan dapat mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 150 miliar dollar AS per tahunnya pada 2025. Dengan penambahan lebih dari 7.000 MW pembangkit listrik hingga 2019, Kawasan Timur Indonesia menjadi prioritas percepatan pengembangan ekonomi dan pembangunan infrastruktur bagi pemerintah. Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi energi di masa mendatang dengan pertumbuhan industri yang semakin cepat, Kawasan Timur Indonesia perlu segera mengadaptasi transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan energi serta meningkatkan daya saing industri lokal di pasar global.
Surabaya yang ditargetkan menjadi penghubung utama perdagangan dan logistik di Kawasan Timur Indonesia pada 2021 juga membutuhkan visi dan gagasan yang berani (BOLD IDEA) untuk melakukan pengelolaan energi secara aman, andal, efisien, terhubung dan berkelanjutan.
Menurut Xavier Denoly pengembangan ekonomi suatu daerah tidak terlepas dari aspek pengelolaan energi termasuk Kawasan Timur Indonesia yang belakangan ini sangat agresif dalam hal pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Transformasi digital merupakan solusi untuk efisiensi dan ketersediaan energi yang berkelanjutan karena pada 20 tahun dari sekarang diperkirakan konsumsi energi akan meningkat 1,5 kali dan di saat yang bersamaan kita harus mengurangi setengah dari total emisi karbon dan melakukan efisiensi 3 kali lebih besar dari saat ini.
Melalui Innovation Summit yang ke dua ini, Schneider Electric berbagi pengetahuan dan keahlian dengan para pelaku industri dan pembuat kebijakan di Surabaya dan Kawasan Timur Indonesia untuk dapat melakukan percepatan dalam industri 4.0 untuk mengantisipasi hal tersebut. [iin]

Tags: