Satlantas Gandeng Pengadilan-Kejaksaan Lakukan Sidang di Tempat

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Eva Guna Pandia memimpin jalannya operasi gabungan di Taman Bungkul Surabaya, Kamis (3/5). [abednego/bhirawa]

(Razia Gabungan pada Operasi Patuh Semeru 2018)
Polrestabes Surabaya, Bhirawa
Satlantas Polrestabes Surabaya melaksanakan operasi gabungan bersama Dishub Kota Surabaya dan Kogartap III Surabaya, Kamis (3/5) di depan Taman Bungkul Surabaya. Pada pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2018 ini, kepolisian menggandeng Pengadilan dan Kejaksaan untuk melaksanakan sidang di tempat terhadap pelanggar.
“Razia ini berbeda dengan yang sudah-sudah. Kita melibatkan rekan-rekan dari Pengadilan, Kejaksaan dan panitera. Nantinya masyarakat yang melanggar akan kita tilang dan langsung sidang di tempat dipimpin Majelis Hakim yang memutuskan,” kata Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Eva Guna Pandia, Kamis (3/5).
Pandia menjelaskan, Majelis Hakim akan memutuskan jenis pelanggaran dari pengendara yang terkena tilang. Selanjutnya dari pelanggaran tersebut akan diketahui biaya atau denda dari jenis pelanggaran yang akan dibayarkan kepada petugas dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.
Ditanya terkait jumlah pelanggaran lalu lintas selama tujuh hari pelaksanaan Operasi Patuh Semeru, Pandia menambahkan anggota Satlantas Polrestabes Surabaya telah melakukan penindakan sekitar 11 ribu pelanggar. Ada pun pelanggaran lalu lintas yang mendominasi yakni pelanggaran marka jalan, rambu-rambu lalu lintas dan surat-surat kelengkapan berkendara.
“Ada juga beberapa pelanggaran, di antaranya tidak menggunakan helm SNI dan berboncengan lebih dari satu orang, serta melawan arus. Dari kriteria umur pelanggar, banyak juga anak-anak yang di bawah umur mengendarai motor tanpa dilengkapi surat maupun dokumen kendaraan,” tambahnya.
Dengan adanya operasi gabungan ini, Pandia berharap masyarakat dapat mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Sebab nantinya akan ada Operasi Ketupat yang difokuskan pada saat Lebaran 2018. “Apabila masyarakat sudah mulai patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas maka pada operasi kemanusiaan (Operasi Ketupat) nantinya akan berjalan dengan lancar, dan menekan angka kecelakaan lalu lintas,” harapnya.
Sementara itu, salah satu anggota Kogartap III Surbaya yang turut dalam operasi, Praka Mei Dila mengaku hanya memback up operasi yang dilaksanakan Satlantas Polrestabes Surabaya. “Kalau nantinya ada pelanggaran dari anggota TNI, ya kita tindak juga. Intinya kami membantu Polri dalam operasi ini,” ucapnya.
Dalam operasi ini, sambung Mei, TNI juga akan melakukan razia bagi masyarakat sipil yang kedapatan menggunakan atau memakai atribut TNI, baik stiker maupun pakaian dinas dan kelengkapannya. “Pasti akan ditegur. Kalau sipil yang memakai stiker atau atribut TNI, harus dilepas oleh pemiliknya sendiri,” tegasnya.
Pada operasi ini, anggota Kogartap III Surabaya memergoki salah satu masyarakat yang mengunakan jaket loreng TNI AD. Atas kejadian tersebut, Praka Mei Dila mengaku pemiliknya mendapatkan imbauan, dan jaket yang dikenakannya terpaksa disita. “Kita tilang, kita sita, kita bawa ke kantor (jaketnya, red),” pungkasnya. [bed]

Tags: