Risma Bersama Unicef Rumuskan Kota Ramah dan Layak Anak Dunia

Wali Kota Tri Rismaharini menghadiri pertemuan bertajuk Growing Up Urban Summit di Hotel JW Marriott, Senin (7/5).[trie diana/bhirawa]

Pemkot, Bhirawa
Pada 2030, sekitar 30 persen anak di Asia Timur – atau 800 juta anak – akan tinggal di perkotaan. Kehidupan dan masa depan mereka bergantung pada bagaimana lingkungan urban dapat mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak-anak ini.
Untuk mendiskusikan cara menjadikan kota lebih aman dan lebih lestari bagi anak-anak, Wali Kota Tri Rismaharini, Gubernur Jatim Dr H Soekarwo SH, MHum dan pakar tata kota dari 10 kota di Asia Timur berkumpul di Surabaya dalam pertemuan bertajuk Growing Up Urban Summit.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan selama ini orang-orang di suatu kota kebanyakan berbicara tentang pembangunan infrastruktur maupun ekonomi. Menurutnya, sangat jarang orang untuk berdiskusi tentang hak-hak atas anak. Maka dari itu, dengan adanya pertemuan ini diharapkan bisa merumuskan bagaimana masa depan suatu bangsa. Karena, masa depan suatu bangsa ada keterkaitan antara kota dengan tumbuh kembangnya anak.
“Melalui pertemuan ini, kami berharap dapat mendiskusikan berbagai persoalan yang dihadapi perkotaan dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah untuk anak-anak,” kata Risma ketika ditemui di Hotel JW Marriott, Senin (7/5).
Direktur Regional Unicef se-Asia Pasifik Karin Hulshof mengatakan pertemuan yang didukung Unicef ini meliputi diskusi dampak dari urbanisasi terhadap dua periode pertumbuhan anak. Yang utama yaitu di masa awal dan remaja, serta cara-cara inovatif untuk memastikan kota ramah anak untuk semua, terutama mereka yang hidup dalam kemiskinan.
Melalui pertemuan ini, lanjutnya, para wali kota juga akan merancang visi untuk perencanaan kota yang memastikan perkotaan tumbuh dengan inklusif, serta bagaimana menyediakan peluang serta manfaat bagi setiap anak yang tinggal di sana.
Dipilihnya Kota Surabaya sebagai tuan rumah pertemuan ini karena melihat banyak program kepedulian terhadap anak yang telah digagas oleh Wali Kota Risma Surabaya. Karena itu 10 negara yang tergabung dalam anggota Unicef sepakat memilih Kota Surabaya menjadi pilihan utama tempat pertemuan.
Kepala Perwakilan Unicef Indonesia Gunilla Olsson menuturkan kota yang aman dan lestari juga pilar penting bagi agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) PBB. Sebuah seruan universal oleh pimpinan negara-negara di dunia pada 2015 untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi planet dan memastikan semua orang menikmati perdamaian dan kemakmuran.
“Unicef juga berharap melalui pertemuan ini akan membantu antara satu dengan yang lain dan berbagi informasi saling sharing pengalaman dalam implementasi kota layak anak,” terangnya.
Sebelum menggelar diskusi, rombongan Unicef menjajal Bus Suroboyo ketika hendak melakukan welcome dinner bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Minggu (6/5) di lobi lantai 2 Gedung Balai Kota Surabaya.
Rombongan, diajak berkeliling menikmati keindahan Kota Pahlawan mulai Tugu Pahlawan – Indrapura -Rajawali – JMP – Veteran – Kramat Gantung – Gemblongan – Tunjungan – Gubernur Suryo lalu tiba di Balaikota. [dre]

Tags: