Ribuan Pengusaha UMKM/IMKM di Gresik Belum Kantongi Izin

Para pengusaha UMKM/IMKM saat ikuti kegiatan kemitraan usaha. [kerin ikanto/bhirawa]

Gresik, Bhirawa
Ribuan Usaha/Industri Kecil Mikro dan Menengah (UMKM/IMKM) di Gresik belum kantongi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Maka untuk mendapatkan pinjaman modal dari Pemkab kesulitan. Sebab, salah satu syarat bisa dapat pinjaman modal dari Pemkab harus miliki surat izin usaha.
Ini terbukti, saat Dinas Penanaman Modal dan Perizinan – Terpadu Satu Pintu (DPMP -TSP) Pemkab Gresik mengadakan fasilitasi kegiatan kemitraan usaha bagi usaha/industri mikro kecil dan menengah di ruang Rapat Kantor DPMP – TSP, Rabu Rabu (9/5). Dari 70 pelaku usaha yang hadir, hanya 16 pengusaha yang kantongi izin usaha. Diantara mereka ada yang usaha crispiy ikan teri, kerupuk, sambal, sandal, opak, kopiah lukis serta berbagai jenis produk lainnya.
Meski mereka sudah berproduksi puluhan tahun serta memasarkan produknya keberbagai pelosok, namun tak semua pelaku UMKM/IMKM memiliki sertifikat perizinan. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pengembangan Iklim Promosi, Data dan Investasi Penanaman Modal DPMP-TSP Gresik, Purwati Cahyoningrum kepada Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Suyono.
Untuk memotovasi para pengusaha kecil itu pihak DPMP-TSP mengundang dua narasumber, yaitu Agus Salim Arif dari DPMP-TSP Jatim dan Ketua Forum IKM Jatim, Mohammad Oscar. Keduanya memotifasi para pelaku UMKM dan IMKM Gresik betapa mudahnya mengurus surat perizinan serta pentingnya surat perizinan. ”Dengan surat izin kita miliki akan punya akses pembinaan, permodalan, pemasaran dengan berbagai macam event pameran,” ungkap Agus Salim Arif.
Sementara, Mohammad Oscar yang kini menjadi pelaku usaha menyatakan, dulu usahanya sering gagal dan hancur karena tidak punya izin lengkap. Menurutnya, modal sulit, akses pemasaran dan kesempatan berpameran juga tidak ada. Bahkan katanya, usahanya tidak tenang karena illegal dan sering didatangi aparat.
Mendengar penjelasan dari para narasumber, Anhar Chusnani, pengusaha kopiah lukis yang menjadi peserta sosialisasi menyatakan sangat senang dengan kegiatan ini. Dia bertekad segera akan mengurus semua perijinan.
”Saat ini usaha saya sudah mulai berkembang dengan mempekerjakan enam orang. Saya akui dengan tidak adanya izin yang saya miliki, saya kesulitan terutama dalam hal permodalan. Semoga dengan keluarnya izin dari DPMPTSP ini usaha saya semakin berkembang,” katanya optimis.
Terkait banyaknya UMKM/IMKM yang tidak memiliki izin, Kepala Dinas Perzjinan dan Penamanan Modal – Terpadu Satu Pintu (PMPM-TSP) Mulyanto berharap agar para UMKM Gresik ini segera mengurus perizinan Menurutnya, selama tahun 2018 terhitung sejak Januari 2018, pihaknya mengeluarkan 805 SIUP dan 880 TDP.
“Prosesnya mudah. Program pengurusan SIUP dan TDP ini juga bisa ditunggu,” katanya.
Menurutnya, melalui program SIUPIT (SIUP dan TDP Bisa Ditunggu) yaitu setelah memasukkan persyaratan lengkap. Asal persyaratannya lengkap, hari itu juga selesai. Semua itu gratis. [eri]

Tags: