Resmikan Brawijaya Cycling Club di Ponpes Genggong

Brawijaya cycling club resmi dilaunching Dandim Probolinggo.

Probolinggo, Bhirawa
Peluncuran Brawijaya Cycling Club di Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, dimeriahkan kegiatan gowes bersama Kodim 0820 Probolinggo bersama Forkopimda Kabupaten Probolinggo dan ulama serta masyarakat.
Sebelum melepas rombongan, Dandim 0820/Probolinggo Letkol Kav Depri Rio Saransi berkesempatan membacakan sambutan Panglima Kodam V Brawijaya. Dalam sambutannya tersebut pihaknya menuturkan, kehadiran Brawijaya Cycling Club di tengah masyarakat diharapkan selain untuk menjaga kebugaran tubuh, juga sebagai media untuk memasyarakatkan olahraga bersepeda di kalangan prajurit maupun kalangan masyarakat yang lebih luas.
“Dengan memasyarakatkan bersepeda maka kita akan mengurangi polusi udara disekitar yang kini makin banyak tercemari bahan kimia berbahaya dan zat partikel lainnya yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan mahluk hidup lainnya,” jelas Depri, Minggu 13/5.
Seiring dengan semakin diminatinya olahraga bersepeda di kalangan masyarakat, lanjutnya, TNI juga merasa terpanggil untuk berupaya menggiatkan olahraga menyenangkan ini. Selain bermanfaat bagi kesehatan, memperkuat silaturahmi dan menjalin keakraban juga akan menumbuhkan kebersamaan dan keakraban bersama masyarakat. “Apabila dijalankan dengan penuh kegembiraan maka akan sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan jiwa,” tegasnya.
Pengasuh Ponpes Genggong Gus Haris menambahkan, ikhtiar hidup sehat dalam bingkai kebersamaan TNI Polri dan jajaran Forkopimda ini sudah terbina sejak lima bulan yang lalu. Menurut Penasehat Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Jawa Timur ini, kegiatan bersepeda ini selaras dengan salah satu program pesantren yaitu “Genggong Go Green.”
“Konsep Go Green tidak hanya terkait bersepeda saja, namun juga tentang edukasi kebersihan lingkungan khususnya bagi para santri dan lingkungan sekitar pesantren,” tandasnya.
Lebih lanjut Gus Haris mengemukakan, kedepan pihaknya akan lebih giat dalam memasyarakatkan konsep bike to work. Yaitu menjadikan bersepeda sebagai life style, dimana kita banyak menggunakan sepeda untuk beraktivitas sehari-hari seperti ke tempat tempat kerja.
“InsyaAllah ke depan kami akan mewajibkan guru-guru yg berada di radius 3 km untuk bersepeda. Jadi kalau guru dan Kyainya sehat, santri-santrinya juga sehat. Semoga Allah memberi kita semua kesehatan dan atas nama keluarga pesantren kami ucapan terima kasih,” tandasnya.
Ratusan goweser yang terdiri terdiri dari jajaran Kodim 0820/Probolinggo, Polres Probolinggo dan masyarakat ini dilepas tepat pukul 07.00 WIB dengan mengambil rute sisir desa. Start dari Pondok Pesantren (ponpes) Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan menuju arah Kecamatan Krejengan, Kraksaan, dan kembali lagi ke Pajarakan/Genggong.
Hadir pada acara tersebut Pj Bupati Probolinggo R Tjahjo Widodo, Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad, dan Administratur Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KKPH) Probolinggo, Tubagus Aep Saipudin, Pengasuh Ponpes Genggong KH. Mutawakkil Alallah bersama KH. Mohamad Haris Damanhuri (Gus Haris) dan KH. Hasan Naufal (Gus Boy) yang berbaur bersama goweser lainnya.

Peresmian di Kodim 0823
Selain Probolinggo, Brawijaya Cycling Club juga diresmikan di Kodim 0823 Situbondo, Jumat (11/5). Peresmian itu ditandai dengan gowes bersama yang dilepas Dandim bersama jajaran Forkopimda.
Waka Jasdam Kodam V Brawijaya Letkol Inf Ashari SPd mengatakan, launching Brawijaya Cycling Club dilakukan serentak di seluruh Kodim se-Jawa Timur. Mantan Dandim 0823 Situbondo itu menambahkan, gowes Brawijaya Cycling Club untuk menjaga kebugaran tubuh dan sebagai sarana memasyarakatkan olahraga bersepeda ditengah masyarakat. Selain itu, imbuh Ashari, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menggiatkan olahraga bersepeda dengan anggota TNI dan masyarakat Kota Santri. “Dengan bersepeda dapat mengurangi polusi udara yang tercemar oleh kimia atau partikel lain yang bisa membahayakan kesehatan manusia,” ujar Ashari.
Sementara itu, Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi menambahkan, berolahraga sepeda sangat penting bagi kesehatan masyarakat. Untuk itu, lanjut Wabup Yoyok, kegiatan gowes ini, di samping bermanfaat bagi kesehatan, juga memiliki manfaat bagi peningkatan silaturahmi. “Saya berharap kepada seluruh peserta agar dalam bersepeda selalu memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan selama dalam perjalanan. Sehingga tujuan berolahraga sepeda ini bakal tercapai dengan baik,” pinta Wabup Yoyok. [wap.awi]

Tags: