Pondok Pesantren pun Dibekali Tata Kelola Arsip

Kepala Dinas Perpustakaan dan kearsipan Provinsi Jatim Drs Soejono MM saat memberikan tali asih kepada pengelola Pondok pesantren Al-Fattah, Kikil, Arjosari, Pacitan.

Pacitan, Bhirawa
“Pondok pesantren adalah tempat para pejuang bangsa, banyak memiliki guratan sejarah yg dapat diwariskan ke anak-cucu kita” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan kearsipan Provinsi Jatim Drs Soejono MM pada saat membuka sosialisasi kearsipan di Pondok pesantren Al-Fattah, Kikil, Arjosari, Pacitan.
Gebrakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur untuk menata arsip di Pondok Pesantren terus dilakukan mengingat peran Pondok Pesantren yang sangat besar didalam guratan sejarah bangsa Indonesia. Lebih lanjut dikatakan, pondok pesantren adalah juga lembaga pencipta dan penerima arsip yg sangat penting untuk diselamatkan dan dilestarikan keberadaannya. Mulai dari sejarah berdirinya sampai dengan peran ulama dan santrinya. Pondok pesantren juga banyak melahirkan tokoh-tokoh besar yang bisa dinilai termasuk juga kehidupan pribadi dan pengabdian sejumlah ulama para tokoh besar pimpinan pondok-pondok pesantren penting diketahui oleh generasi mendatang. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan informasi dan memori kolektif bangsa dengan peran pondok pesantren didalam pembangunan bangsa.
Sosialisasi kearsipan yang dihadiri lebih 100 orang dari para guru-guru madrasah Ibtidaiyah( setingkat SD), Sanawiyah( SMP) dan Aliyah (SMA) dan tenaga administrasi pondok pesatren berlangsung dinamis. Peserta sosialisasi sangat antusias mengikuti paparan yg diberikan oleh para nara sumber.
Guru Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Al-Fattah Ari menilai kegiatan sosialisasi kearsipan terlalu singkat, padahal masalah yg dihadapi cukup banyak.
“Kami usul ibu, sosialisasi sebaiknya dilakukan lebih dari 1 hari, terlalu singkat,” sarannya. Peserta juga meminta waktu lebih lama untuk praktik secara langsung menata arsip.
Sosialisasi kearsipan dihadiri langsung sampai selesai oleh pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Al-Fattah, KH moch. Burhannudin beserta staf, juga dilakukan penyerahan taliasih dari Dinas Perpustakaan dan kearsipan Provinsi Jatim kepada Yayasan berupa buku untuk perpustakaan, document keeper dan box arsip. [Wahyu Kuncoro SN]

Tags: