Polres Malang Bongkar Kades Tegalrejo Diduga Selewengkan ADD

Kab Malang, Bhirawa
Anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yakni melalui Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), ternyata penggunaan anggaran sebagian tidak dialokasikan untuk pembangunan desa oleh kepala desa (kades) selaku penggungjawab anggaran. Namun, disalahgunakan untuk kepentingan pribadi oleh kades, yaitu dibelikan mobil.
Kasus tersebut terungkap, setelah Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) membongkar kasus dugaan tindak pidana korupsi terhadap Kades Tegalrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang Ari Ismanto. Sehingga dengan perbuatannya itu, maka dia terancam masuk penjara untuk mempertanggungjawabkan atas tindakannya itu.
Hal ini dibenarkan, Kasat Reskrim Polres Malang AKP Andrian Wimbarda, Kamis (10/5), kepada wartawan, jika pihaknya telah membongkar atau menemukan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kades Tegalrejo Ari Ismanto, yaitu telah menyelewengkan anggaran ADD Tahun 2015. Sehingga uang yang seharusnya untuk pembangunan desa digunakan untuk membeli mobil pribadi. “Dengan dugaan adanya penyelewengan itu, maka negara dirugikan sebesar Rp 150 juta,” ungkapnya.
Menurutnya, dari hasil pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan penyelidikan dilapangan, maka pihaknya menemukan dugaan penyelewengan. Untuk itu, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan segera memanggil Kades Tegalrejo Ari Ismanto. Sedangkan pemanggilan itu, guna untuk kita mintai keterangan terkait dugaan penyelewengan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2015. Sebelumnya, Satreskrim Polres Malang sudah meminta keterangan terhadap sebelas orang, dan mereka menjadi saksi atas kasus tersebut.
“Dari pemeriksaan beberapa saksi, maka Polisi mencurigai adanya penyelewengan anggaran ADD Tahun 2015, sebesar Rp 150 juta. Semestinya, ADD untuk kepentingan pembangunan desa, tapi digunakan untuk membeli mobil,” jelas Andrian.
Pulbaket dan keterangan dari sebelas orang saksi, lanjut dia, maka pihaknya dengan kuat menduga, jika Ari telah melakukan penyelewengan ADD. Sehingga dengan dugaan itu, pihaknya langsung memerintahkan untuk mengamankan kendaraan milik Ari untuk sebagai barang bukti, dan kini mobilnya berada di Kantor Polres Malang.
Sementara dari informasi sebelumnya, selain Kades Tegalrejo Ari Ismanto diduga melakukan penyelewengan anggaran ADD, kades setempat juga menjadi terdakwa dugaan penyerobotan lahan Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) XII Kebun Pancursari. Sedangkan kasus tersebut masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, karena kini sedang menunggu putusan.
Kades Tegalrejo menjadi terdakwa karena dianggap menduduki, menguasai dan menggarap lahan seluas 177 hektare dengan cara illegal sejak bulan Januari 2016 sampai Oktober 2017, yang lahan tersebut ditanami tebu dan ketela pohon. Padahal, untuk mengerjakan lahan milik PTPN XII itu, harus ada Kerjasa Sama Usaha (KSU) antara terdakwa dengan PTPN XII yang berkedudukan di Surabaya, melalui pengelolaan PTPN XII Kebun Pancursari, yang berada di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
Dan Ari sendiri juga didakwa karena tidak menghiraukan upaya penyelesaian secara baik-baik. Serta dianggap menggarap lahan milik PTPN XII secara illegal, sehingga Ari dijerat pasal 107 huruf a jo pasal 55 huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan. [cyn]

Tags: