Polda Jatim Serahkan Jenazah Korban Bom Gereja ke Keluarga

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menyerahkan surat kematian kepada keluarga korban Aloysius Bayu Rendra Wardhana di RS Bhayangkara Mapolda Jatim, Selasa (25/5).[abed/bhirawa]

Polda Jatim, Bhirawa
Polda Jatim menyerahkan jenazah Aloysius Bayu Rendra Wardhana, korban bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel Surabaya kepada keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Selasa (22/5). Penyerahan jenazah ini dikarenakan pemeriksaan DNA yang dilakukan Tim DVI sudah selesai.
Penyerahan jenazah koordinator relawan keamanan di Gereja Santa Maria Tak Bercela itu diserahkan langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin. Tak ayal penyerahan jenazah pria 38 tahun ini mendapat isak tangis dan kesedihan dari pihak keluarga.
Machfud mengatakan, proses identifikasi yang dilakukan Tim DVI sudah selesai, sehingga jenazah Bayu bisa dikembalikan kepada pihak keluarga. “Proses identifikasi sudah selesai kami lakukan. Ini berkas surat kematian Saudara Aloysius Bayu Rendra Wardhana dan sedikit tali asih bagi keluarga untuk membantu proses pemakaman. Semoga arwahnya diterima di sisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Mudah-mudahan tidak korban-korban selanjutnya dari pelaku teroris,” kata Irjen Pol Machfud Arifin kepada keluarga korban, Selasa (22/5).
Saat ini, masih kata Machfud, masih ada tiga jenazah dari pelaku teror bom yang masih dilakukan pemeriksaan DNA nya.
“Harapan saya yang tiga orang jenazah ini bisa kita serahkan besok (Rabu, red), kalau pemeriksaan DNA nya sudah selesai. Informasi dari Kabid Dokkes dan Karumkit hari ini (Selasa, red) bisa diselesaikan untuk tes DNA nya,” jelas Machfud.
Jika pemeriksaan DNA sudah selesai, Machfud meyakinkan jenazah ketiga pelaku bom bunuh diri akan dimakamkan, seperti tujuh jenazah pelaku sebelumnya. Sebab pihak keluarga tidak mau menerimanya. “Jadi nantinya semua tuntas untuk pasca pengemboman. Kalau yang penangkapan (teroris) biar Densus 88 Anti Teror Mabes Polri yang melaksanakan,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menambahkan mendiang Bayu adalah korban yang menghadang dua pelaku bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jl Ngagel Madya. “Bayu ini yang menghadang dari depan. Sehingga akibat ledakan bom itu, kondisi tubuhnya tidak utuh,” tambahnya.
Seperti diketahui, Aloysius Bayu saat terjadi ledakan sedang bertugas sebagai panitia misa gereja seksi keamanan. Dalam rekaman video CCTV dari lokasi ledakan di halaman gereja, tampak Bayu dari arah sebelah kiri bergerak menuju motor pelaku bom yang melaju dengan kecepatan tinggi. Saat menghadang berada tepat di sisi kiri motor, bom meledak.
Pelaku bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela diduga adalah Yusuf Fadil (18) dan Firman Halim (16). Keduanya merupakan putera kandung dari otak pelaku bom tiga gereja di Surabaya, Dita Oepriyanto. Saat meledakkan bom, kedua pelaku yakni Yusuf dan Firman membawa bom yang dipangku di atas motor. [bed]

Tags: