Pjs Bupati Jombang Prihatin Warganya Jadi Korban Bom Surabaya

Pjs Bupati Jombang, Setiajit SH MM saat di wawancarai sejumlah wartawan di Mapolres Jombang, Selasa (15/05).[Arif Yulianto/ Bhirawa]

Jombang, Bhirawa
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Jombang, Setiajit SH MM menyatakan prihatin atas adanya korban terluka yang menimpa warga Jombang pada peristiwa aksi teror bom bunuh diri di Surabaya pada Minggu pagi (13/05). Setiajit mengatakan hal tersebut saat di wawancarai Bhirawa di Mapolres Jombang, Selasa (15/05).
“Prinsipnya saya ikut prihatin atas kejadian itu. Kelihatannya kan dia pas mengayuh becak, kemudian kena imbas dari percikan bom itu,” ujar Setiajit.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan menjenguk korban luka akibat aksi bom bunuh diri tersebut.
“Masih di rumah sakit mestinya ya, saya belum sempat ke sana, mungkin besok atau lusa saya baru bisa ‘njenguk’,” imbuh Setiajit.
Seperti di beritakan sebelumnya oleh Bhirawa, salah seorang warga Dusun Gudang RT 04 RW 02, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang bernama Sidik (60) menjadi korban terluka pada peristiwa tersebut.
Tetangga Sidik bernama Eriyana (45) pada Minggu sore mengatakan, Sidik terkena serpihan kaca pada peristiwa bom bunuh diri di salah satu gereja di Surabaya, Minggu pagi (13/05). Sidik dikabarkan menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Surabaya. Saat sejumlah wartawan di lokasi rumah Sidik, kondisi rumahnya tertutup. Mudrikah, istri Sidik waktu itu di duga sedang ke Surabaya untuk melihat kondisi suaminya.
“Kena serpihan kaca, mau di operasi sekitar jam tiga sore, katanya (serpihan) ada yang masuk pada bagian tubuhnya,” kata Eriyana saat di wawancarai wartawan, Minggu sore (13/05).
Eriyana yang rumahnya berada di depan rumah Sidik itupun menambahkan, tiap harinya Sidik memang bekerja sebagai tukang becak di Surabaya. Informasi yang ia terima, saat kejadian, Sidik berada di luar pagar gereja yang mengalami pengeboman.
“Biasanya masuk ke parkiran, ternyata Pak Sidik ‘ndak’ masuk, orangnya ‘nunggu’ di becaknya,” tandas Eriyana.
Seperti di ketahui sebelumnya, pada Minggu pagi (13/05), aksi terorisme terjadi di Kota Surabaya. Tiga gereja di kota itu menjadi sasaran aksi bom bunuh diri oleh para teroris. Ledakan pertama terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, bom kedua meledak di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno, dan bom ketiga meledak di Gereja GKI Jalan Diponegoro, Surabaya. Dikabarkan, sejumlah orang meninggal dunia dan luka-luka akibat serangan bom bunuh diri tersebut.(rif)

Tags: