Pemkot Probolinggo Gelar Bazar Selama Ramadan

Pemerintah kota Probolinggo gelar bazar selama Ramadan.

Probolinggo, Bhirawa
Bulan Ramadan dan Idulfitri sudah tiba, berdekatan dengan awal tahun ajaran baru tahun 2018-2019. Hal tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi inflasi Kota Probolinggo. Seperti diketahui, kebutuhan bahan pokok biasanya akan meningkat selama bulan Ramadan dan Idulfitri. Menghindari kenaikan harga pemerintah kota (pemkot) menggelar bazar selama Ramadan.
“Inflasi Kota Probolinggo pada bulan April sebesar 0,21 persen. Maka dari itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengadakan rapat untuk menghadapi kemungkinan peningkatan inflasi yang disebabkan karena lonjakan harga pahan pokok,” ungkap Choirul Anam, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat daerah Kota Probolinggo, Kamis (17/5).
Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, dr. Bambang Agus Suwignyo mengatakan bahwa semua elemen baik Organisasi Perangkat Daerah, perbankan, Badan Pusat Statistik (BPS) dan industri untuk bersama-sama menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sehingga inflasi bisa terjaga. “TPID hendaknya bekerja keras agar harga-harga bahan pokok tidak mengalami peningkatan yang signifikan,” katanya.
Telah disiapkan beberapa kegiatan yang akan dilakukan untuk menghadapi bulan Ramadhan diantaranya, bazaar ramadhan dan pasar murah yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) dan Bulog, inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman, sidak daging, dan lain sebagainya. “Saya harap harga bahan pokok yang mempunyai potensi mengalami kenaikan harga untuk selalu dipantau misalnya harga daging ayam ras dan telur ayam ras yang kemarin telah mengalami kenaikan,” ujarnya.
Diimbau kepada masyarakat agar untuk tidak hanya terpatok pada satu bahan baku. “Kalau bisa, jangan hanya makan daging ayam, kan bisa diganti dengan ikan yang lebih murah dan kaya akan protein. Dinas Perikanan mempunyai kegiatan Wak Iwakan yang digelar dua minggu sekali, tapi kalau bisa khusus Ramadhan bisa seminggu sekali,” paparnya.
Bambang berharap agar pasar murah segera dilakukan sebelum adanya kenaikan harga. “Karena kita harus bersifat preventif, jadi mencegah adanya kenaikan harga, akan terlambat bila mengadakan operasi pasar bila kenaikan harga sudah terjadi,” harapnya.
Dia juga menambahkan agar pasar murah tersebut diumumkan kepada masyarakat, baik melalui suara Radio Suara Kota maupun siaran keliling. “Agar masyarakat tahu, kapan dan dimana pasar murah tersebut akan diadakan,” jelasnya.
Untuk stok bahan baku, Choirul mengatakan bahwa stok pangan aman untuk enam bulan kedepan. “Hal tersebut juga berlaku untuk stok elpiji, walau biasanya akan mengalami kenaikan dua kalilipat ditengah bulan Ramadhan,” ungkapnya.
Selain itu Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo mengadakan Bazar Ramadan selama 27 hari, mulai tanggal 14 Mei hingga 9 Juni mendatang. Bazar yang mengambil tema meraih berkah menjalin silaturahmi untuk kemandirian perekonomian rakyat secara mandiri, bertempat di Alun – alun sisi utara Kota Probolinggo, tandas Bambang.
Kepala DKUPP Gatot Wahyudi mengatakan, kegiatan bazar Ramadhan merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kota Probolinggo dalam rangka menyambut bulan suci serta sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus untuk menanggulangi kenaikan harga bahan pokok.
Asisten Achmad Sudiyanto menyampaikan, bazar merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Probolinggo dengan tujuan untuk memberdayakan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada. Melalui kegiatan bazar ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM. “Saya berharap untuk senantiasa tetap menjaga situasi yang kondusif, saling toleransi dan memperbanyak amalan – amalan ibadah,” tambahnya. [wap]

Tags: