Pemkot Batu Optimalisasi Keterbukaan Informasi Publik

Ketua Rombongan ASN Pemkot Batu, Chayi Siswantoro (kiri) bertukar cindera mata dengan Sekda Kabupaten Sleman, Summadi, SH,MH

Kota Batu,Bhirawa
Pemerintah Kota Batu menunjukkan komitmennya untuk membangun keterbukaan informasi publik dalam pemerintahannya. Tak hanya melalui program Smart city yang bisa diakses secara secara umum oleh masyarakat, tetapi juga penyediaan SDM Humas yang tangguh dalam penyediaan layanan informasi. Karena itu Pemkot mengirimkan 15 ASN-nya untuk menggali ilmu keterbukaan informasi publik secara lebih dalam.
“Kita telah mengirimkan beberapa ASN untuk menggali ilmu itu pada tanggal 3-5 Mei kemarin. Dan kami memilih Kabupaten Sleman untuk melaksanakan program ini karena memiliki sistem keterbukaan informasi publik yang lebih baik,”ujar Plt.Sekda Kota Batu, Dr.Alwi,M.Hum, Senin (7/5).
Ketua Tim ASN Batu ke Sleman, Chayi Siswantoro mengatakan bahwa Kabupaten Sleman merupakan 1 dari 25 Kabupaten/ Kota pertama di Negeri ini yang menerapkan smart city dalam layanan pemerintahannya. Akibatnya, saat ini Warga Sleman sudah mendapatkan kemudahan dalam melapor atau menyampaikan keluhannya dengan manfaatkan teknologi komunikasi.
Aplikasi Lapor Sleman bisa dimanfaatkan untuk menampung semua keluhan masyarakat, baik PJU, jalan rusak, pohon tumbang, dll. Dan laporan ini sudah harus ditindaklanjuti oleh OPD terkait dalam tempo 1x 24 jam. Sampaikan laporan warga ke OPD terkat, kemudian Pemkot harus segera memberikan laporan hasil penanganan Lapor Sleman. “Hal seperti ini yang akan ditiru oleh Pemkot Batu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,”ujar Chayi.
Dari rekaman himbauan Sekda Sleman, Summadi,SH,MH diketahui, sudah terbangun hubungan kerja sama yang baik antara press dan Pemerintah Kabupaten Sleman. Ada sekitar 32 media yang aktif menggali informasi di Kabupaten Sleman sehingga pada tahun 2003 Pemkab membentuk Paguyuban Media untuk mengefektifkan distribusi informasi.
“Kami bekerja keras melaksanakan program namun bila tanpa kerja sama dengan wartawan seolah tidak ada gaungnya dan tidak diketahui masyarakat,”ujar Sumadi saat itu.
Ia menambahkan bahwa di Sleman terdapat 38 Perguruan Tinggi baik Negeri maupun swasta. Termasuk UGM, UNY, UIN juga berada di Kabupaten ini. Dan tak berlebihan jika Sleman dikategorikan sebagai Kota Pendidikan.
Dan ada satu lagi kinerja Pemkab Sleman yang patut ditiru oleh Kota Batu bahkan daerah Kota/ Kabupaten lain di Negeri ini. Pemkab Sleman tidak pernah terlambat menetapkan APBD-nya sehingga hasil giat program bisa langsung cepat dirasakan masyarakat.
“Pada bulan Mei saat ini, kita juga baru saja menetapkan APBD untuk tahun 2019, sehingga semua masalah yang berkaitan dengan lelang juga sudah tuntas sebelum masuk bulan Desemberi,”jelas Sumadi.(nas)

Tags: