Pelayanan Kesehatan di Jombang Segera Terapkan Sistem BLUD

Hearing antara Komisi D DPRD Jombang dengan Dinas Kesehatan Jombang, Jum’at (04/05). [Arif Yulianto]

Jombang, Bhirawa
Wacana penerapan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada layanan kesehatan di Kabupaten Jombang mendapat tanggapan positif dari Direktur RSUD Ploso, dr Widi Cipto Basuki. Secara umum, pihaknya telah siap dengan rencana tersebut. Namun, untuk realisasinya, di perkirakan positif pada tahun 2019 mendatang.
“Insya Allah siap, tahun depan, sebenarnya tahun ini kemarin, soalnya tahun kemarin itu mintanya mendadak, mungkin tim anggarannya itu kesulitan, kemudian kita di janjikan tahun 2019 saja,” kata dr. Widi lewat sambungan Telepon Seluler (Ponsel) nya, Minggu (6/5).
Setelah ini, kata dr. Widi, pihaknya akan segera melakukan pengajuan kepada tim penilaian rencana BLUD tersebut dan tengah mempersiapkan diklat-diklat bagi tenaga di RSUD Ploso agar makin matang menyongsong status BLUD bagi RSUD Ploso. “Kalau sudah, baru dua tiga bulan lagi baru saya ajukan penilaian, terus ada penetapan dari bupati,” imbuhnya.
Untuk fasilitas rawat inap di RSUD Ploso masih ada ruang kelas IIdan III, dan belum punya ruang VIP. Namun jika sudah berstatus BLUD, ia menambahkan akan membangun untuk ruang rawat inap VIP. “Sekarang masih kelas III dan II, Insya Allah kalau sudah BLUD, kalau ada anggaran, mungkin kita bangun untuk (yang) VIP,” pungkasnya.
Sebelumnya pihak legislatif dalam hal ini Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang dan eksekutif yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang sepertinya telah satu suara dalam menyikapi wacana penerapan sistem BLUD pada pelayanan kesehatan baik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ploso, Jombang maupun Puskesmas-Puskesmas di Kabupaten Jombang.
Dalam rapat dengar pendapat (hearing) antara Komisi D DPRD Jombang dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang di Ruang Komisi D DPRD Jombang, Jum’at (4/5), hal tersebut menjadi salah satu pembahasan.
Ketua Komisi D DPRD Jombang mengungkapkan, pihaknya menginginkan agar wacana tersebut segera terwujud. “Kami harap, Puskesmas-Puskesmas, RSUD Ploso secepatnya, masalah BLUD itu (segera di terapkan. Sehingga tidak terkotak hanya di RSUD (Jombang). Apalagi kita lihat sekarang masih kita lihat pelayanan di RSUD masih kurang seperti masalah parkiran. Mungkin karena pelayanan di RSUD ini bagus, sehingga orang ‘nggak’ mau ke puskesmas, ‘nggak’ mau ke Ploso, inginnya ke RSUD (Jombang),” papar Ketua Komisi D DPRD Jombang, Syarif Hidayatulloh (Gus Sentot) saat di wawancarai beberapa wartawan usai hearing.
Menurutnya, jika hal tersebut di biarkan, di mungkinkan nantinya akan muncul permasalahan, seperti masalah kualitas pelayanan dan yang lain. Oleh karenanya, Komisi D DPRD Jombang meminta rencana BLUD segera di realisasikan di Puskesmas-Puskesmas dan RSUD Ploso. “Harapan kita, Dinas Kesehatan secepatnya menerapkan BLUD di Puskesmas-Puskesmas dan RSUD Ploso,” tandasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan yang juga merupakan Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran menjelaskan, dari 34 Puskesmas yang ada di Kabupaten Jombang, nantinya akan di persiapkan seluruhnya untuk model pengelolaan berbasis BLUD.
“Bukan berapa yang siap, semua harus siap. Jadi dari total 34 Puskesmas yang ada di Kabupaten Jombang, nanti akan kita persiapkan menjadi Puskesmas BLUD. Karena dengan status BLUD bagi Puskesmas, ada beberapa fleksibilitas yang memudahkan pengembangan Puskesmas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata dr. Pudji Umbaran.
Lebih lanjut menurutnya, ia tidak ingin ke depan, Puskesmas hanya menjadi tempat mengurus orang yang sakit, namun lebih di arahkan sebagai sentral kesehatan yang juga mengurus orang yang tidak sakit.
“Puskesmas menjadi sentral kesehatan, yang lebih ‘ngurusi’ orang sehat. ‘Ngurusi’ orang sehat jangan sampai sakit, itu yang paling utama. Termasuk di antaranya adalah soal pengelolaan BPJS. Karena BPJS itu program yang hanya untuk orang sakit, tapi juga untuk mengawal orang yang sehat, namun saat ini kita fokus ke status Puskesmas BLUD nya dulu,” terangnya. [rif]

Tags: