Lolos Seleksi Ketat, Tiga Siswa SMAN 16 ke Belanda

Alandra camellia (berkacamata), Andi Dina Ayu dan Benedicta Elanda tebgah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi virus Kenner Juni mendatang dengan mensosialisasikan bahaya penyakit HIV/AIDS kepada teman sebaya nya di lingkungan SMAN 16 Surabaya, Rabu (9/5).

Berkesempatan Pelajari Virus Kenner Secara Mendalam
Surabaya, Bhirawa
Tiga siswa asal SMA Negeri 16 Surabaya mendapat kesempatan pelajari virus Kenner di negeri Belanda. Ketiganya adalah Andi Dina Ayu, Benedicta Elanda, dan Alandra camellia. Diungkapkan Waka Kehumasan SMA Negeri Surabaya Abdul Razzaq Taher jika ketiga siswa yang terpilih tersebut sebelumnya telah melakukan proses seleksi ketat yang dilakukan pihak sekolah.
Di antaranya kelancaran dalam berbahasa inggris, cara menyelesaikan masalah dengan menggunakan diskusi, penguatan argumentasi dan kepribadian siswa. Selain itu, Persetujuan orang tua juga menjadi pertimbangan dalam kesempatan emas yang diberikan Eramus Medical Center Totterdam University, Belanda.
“Mereka bertiga merupakan siswa terbaik yang kami pilih dengan proses penyeleksian yang begitu ketat. Dari ratusan siswa merekalah yang terpilih” ungkapnya.
Lebih lanjut, guru yang akrab di sapa reza ini menuturkan jika SMAN 16 Surabaya merupakan sekolah satu-satunya yang mewakili Surabaya dan Indonesia yang berkesempatan mempelajari virus kenner secara lebih mendalam. Nantinya, mereka (siswa SMAN 16, red) juga turut berkompetisi dengan berbagai negara yang juga ditunjukkan sebagai ambasador penyuluhan virus Kenner. Seperti Belanda, Suriname, Afrika Selatan, dan Karibian.
“Kami bersyukur, SMAN 16 masih bisa dipercaya untuk menjadi pilot projek virus kenner selama tiga tahun berturut-turut” paparnya.
Dengan kesempatan emas yang diberikan pihak Eramus Medical Center Totterdam University, Belanda ini, Reza mengungkapkan kebanggaannya atas capaian yang di berikan siswanya dalam penguasaan materi virus Kenner, khususnya virus HIV/AIDS yang nantinya akan dipaparkan oleh ketiga siswa.
“Saya bangga atas apa yang anak-anak lakukan. Anak-anak ini menjadi mediator terkait jenis-jenis virus dengan skala Internasional dengan menggunakan bahasa inggris itu liar biasa” ujarnya.
Sementara itu Alandra Camellia menuturkan jika pihaknya sudah menyiapkan materi yang matang bersama dengan kedua anggotanya. Mulai dari, berdiskusi, penyuluhan dan pengumpulan data-data yang ia dapatkan dari berbagai artikel dan jurnal terkait kesehatan dan virologi.
“Sejauh ini persiapan sudah kami lakukan sejak bulan Januari. Kebetulan februari lalu kita mendapat kesempatan untuk memaparkan terkait virus-virus yang tergolong virus Kenner” papar siswa kelas 10 Ipa ini.
Nantinya, tambah dia, dalam kompetisi bulan juni mendatang di Belanda pihaknya akan memaparkan secara detail keadaan sosial masyarakat penderita HIV/AIDS. Baik dalam konteks pencegahan, penanganan, maupun tentang virus HIV/AIDS sendiri.
“Kami berharap nantinya, dengan kesempatan yang diberikan oleh Eramus pihaknya akan bisa lebih mendalam, dalam mensosialisasikan dan mengajak teman-teman kami untuk menjauhi ‘penyakitnya’ dan mengubah paradigma mereka tentang orang dengan penderita HIV/AIDS.
Sebelumnya, Koordinator proyek Virus Kenner dalam lawatannya februari lalu, Wesley de Jong dr mengungkapkan Virus Kenner merupakan program penyuluhan yang diinisiasi oleh kelompok Viroscience laboratory Eramus MC Rotterdam Belanda yang bertujuan untuk menguatkan esensi gerakan pentingnya prevensi dalam melawan berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh virus. Program tersebut melibatkan siswa-siswi SMA dengan harapan semakin dini para siswa mengenal pengetahuan seputar penyakit virus semakin cepat mereka waspada. [ina]

Tags: