Kodim Mojokerto, Tokoh Masyarakat dan Ormas Gelar Komsos

Segenap undangan tokoh agama dan ormas sedang mengikuti dengan seksama penjelasan dari pemateri.[hasan amin/bhirawa]

Mojokerto, Bhirawa
Setelah dua hari sebelumnya Kodim Mojokerto rapatkan barisan dengan Forkopimda baik Kabupaten maupun Kota Mojokerto. Jumat (11/5) kemarin bertempat di Hotel Sun Palace Trowulan Kodim Mojokerto kembali mengundang 100 tokoh Ormas dan tokoh agama Mojokerto, untuk satukan persepsi agar situasi kondusif saat Pilkada serentak.
Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Kav Hermawan Weharima dalam sambutan pembukan menegaskan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyamakan persepsi tentang situasi dan kondisi terkini yang semakin dinamis. Terlebih menjelang Pilkada serentak 2018, tentunya diperlukan suasana yang kondusif sehingga perhelatan pesta demokrasi dapat berlangsung aman dan kondusif.
”Namun untuk mewujudkan kondisi itu diperlukan peran serta segenap tokoh dan komponen masyarakat lainnya bersama-sama TNI – Polri dan Pemda, sehingga stabilitas terjaga dan pembangunan di daerah dapat berlangsung sesuai yang telah diprogramkan pemerintah,” tandasnya.
Tampil sebagai pemateri, yakni Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0815 Mojokerto, Mayor Arm Imam Duhri, menyampaikan materi berjudul Ke-Bhinneka-an Nasional, yang memaparkan tentang sejarah Indonesia yang dimulai dari Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda sampai dengan Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 dengan UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Pancasila sebagai Ideologi Negara/Nasional.
Semangat Ke-Bhineka Tunggal Ika-an, di era perjuangan dimunculkan pada Sumpah Pemuda. Namun perlu diingat, Ke-Bhinneka-an Nasional yang terdiri dari profesi, suku bangsa, ras, agama, budaya, dan lain-lain, di samping sebagai sumber kekayaan nasional juga merupakan potensi ancaman.
”Maka diperlukan persatuan dalam keberagaman yang harus dipahami setiap warga masyarakat dan bangsa agar dapat mewujudkan kehidupan yang serasi, selaras dan seimbang, pergaulan antar sesama yang lebih akrab, agar perbedaan yang ada tidak menjadi sumber masalah sehingga pembangunan berjalan lancar dan berkesinambungan,” kata Pabung.
Lebih lanjut, dijelaskan Pabung, jika kita semua berkewajiban untuk memelihara agar nilai-nilai dan semangat ke-bhinnekaan jangan sampai melemah, dan untuk mengatasinya dapat dilakukan melalui literasi media khususnya bagaimana menggunakan media sosial secara bijaksana, mengembalikan pendidikan moral baik formal maupun informal, serta memberdayakan pemuda sebagai agen perubahan (agent of change) untuk memikirkan kondisi nasional.
”Mari kita jalin kerukunan, wujudkan perdamaian, ciptakan persatuan dan kesatuan demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh warga masyarakat dan komponen bangsa, dengan demikian Ke-Bhinnekaan Nasional, memiliki manfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutup Pabung. [min]

Tags: