Ketua DPP KNPI Rangkul Masyarakat Surabaya Sidoarjo Bangkit Rajut Solidaritas

Ketua DPP KNPI, Donny Isman mengajak masyarakat merajut solidaritas pasca teror bom, Senin (14/5) di Surabaya. [abednego/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Pasca ledakan bom bunuh diri yang terjadi di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, masyarakat jadi lebih waspada. Namun, Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Donny Isman mengajak seluruh masyarakat Surabaya dan Sidoarjo untuk cepat bangkit dan merajut solidaritas pasca teror bom.
“Peristiwa bom di Surabaya dan Sidoarjo ini tidak boleh membuat kita berlarut dalam kepedihan. Apalagi terus menerus ketakutan seperti yang diharapkan oleh pelaku teror ini. Dari keadaan ini mari kita merajut kembali solidaritas kita dengan semakin saling mengasihi dan menghormati demi menjadi bangsa yang kuat serta rakyat yang sejahtera,” kata Donny saat ditemui di Surabaya, Senin (14/5).
Dijelaskan Donny, situasi saat ini merupakan sebuah proses menjadikan Indonesia menjadi negara yang semakin solid dan tangguh. “Sebagai cucu Mas Isman yang notabene pahlawan asal Jawa Timur saya yakin dan percaya spirit masyarakat Surabaya mampu melewati rintangan ini dan semakin solid ke depannya,” ungkap pria yang juga Waketum Barisan Muda Kosgoro tersebut.
Dari tragedi teror di Surabaya, lanjut Donny, pihaknya berharap masyarakat bersama mari merajut kembali solidaritas. Sebagai warga kita lebih paham akan makna Bhineka Tunggal Ika. “Makna di mana kita semua adalah sama, bersaudara dan sama-sama makhluk Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya.
Diakhir Donny Isman juga memberikan masukan kepada pemerintah agar semakin tegas terhadap pemberantasan kolompok radikal tersebut. “Pemerintah harus tegas memberantas teroris. Saya juga berharap agar DPR segera merealisasikan revisi UU Anti Terorisme yang baru,” harapnya.
Seperti diberitakan, Minggu (13/5) pagi tiga ledakan terjadi di tiga gereja di Surabaya. Ketiganya yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kreisten Indonesia di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuno. Ledakan dengan waktu yang hampir berdekatan itu dilakukan oleh satu keluarga sebanyak enam orang dan menelan korban jiwa sementara 18 orang.
Minggu (13/5) malam kembali terjadi ledakan di Rusunawa Wonocolo Kec Taman Sidoarjo. Dari ledakan itu, satu keluarga sebanyak enam orang menjadi korban. Tiga orang tewas dan tiga lainnya luka dan masih dalam perawatan medis.
Senin (14/5) pagi tadi ledakan kembali terjadi di depan Mapolrestabes Surabaya. Pelaku sebanyak lima orang menggunakan dua motor. Dari kejadian itu, empat pelaku tewas dan satu selamat. Kelima pelaku masih satu keluarga. Untuk korban luka dari ledakan di Mapolrestabes itu sebanyak 10 orang, di antaranya empat anggota polisi. [bed]

Tags: