Kapasitas Rombel Jenjang SD dan SMP Dikurangi

Sudarminto

Dindik Surabaya Yakin Daya Tampung Tak Berkurang
Dindik Surabaya, Bhirawa
Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya memastikan akan mengikuti Permendikbud 17 tahun 2017 dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Khususnya dalam penetapan kapasitas rombongan belajar (Rombel) untuk jenjang SD dan SMP di Kota Pahlawan.
Tahun ini, kapasitas rombel jenjang SD akan dikurangi dari 40 siswa menjadi 38 siswa. Sementara jenjang SMP dari kapasitas rombel 40 menjadi 36 siswa. Kabid Sekolah Menengah Dindik Surabaya Sudarminto menuturkan, Permendikbud 17 ini sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu. Namun, keluarnya permendikbud ini saat proses PPDB sedang berlangsung. “Sehingga tahun lalu tidak bisa menetapkan ketentuan rombel ini. Di samping itu, Kemendikbud juga mengeluarkan surat edaran yang masih memaklumi,” tutur Sudarminto.
Dengan kapasitas rombel 36, maka tahun ini Dindik Surabaya menyediakan daya tampung untuk jenjang SMP sebanyak 18.886 siswa baru. Total rombel yang tersedia adalah 497 dari 61 SMP negeri. Sementara untuk jenjang SD tersedia 19.728 sisw baru dari total 548 rombel yang tersebar di 309 SD negeri.
Kendati kapasitas rombel berkurang, menurut Sudarminto, total daya tampung di Surabaya tidak mengalami penurunan. Khususnya untuk jenjang SMP karena adanya tambahan sekolah baru yang menambah rombelnya. “Ada sekolah baru seperti SMPN 60 dan SMPN 61 yang dulu hanya tiga rombel, sekarang jadi 6 rombel,” lanjutnya.
Sudarminto berharap, dengan pengurangan kapasitas rombel ini dapat mengurangi beban sekolah. Khususnya jenjang SD yang beberapa masih melaksanakan sistem dua shift dalam sehari dapat berkurang menjadi hanya satu shift. “Karena memang idealnya sekolah itu satu shift,” tandas mantan Kepala SMAN 16 Surabaya ini.
Tidak hanya untuk sekolah negeri, ketentuan rombel ini seharusnya juga berlaku untuk sekolah swasta. Sebab, aturan tersebut merupakan aturan pusat. Hanya saja, sampai saat ini belum ada edaran yang mencabut edaran sebelumnya. Sehingga, kalau sekolah tidak mengurangi rombelnya sesuai Permendikbud dianggap masih dimaklumi.
“Sempat ada sanksi yang rombelnya berlebih tidak dapat masuk dapodik (Data pokok pendidikan). Tapi setelah kita berkirim surat dan menjelaskan, kelebihan rombel tetap bisa masuk dalam dapodik,” tutur dia.
Hal senada juga terjadi dalam PPDB SMA, Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dindik Jatim Ema Sumiarti mengatakan, kapasitas rombel untuk jenjang SMA maksimal 36 dengan total rombel paling banyak 36 dalam satu sekolah. Sedangkan untuk SMK kapasitas rombel antara 15 – 32 dengan maksimal jumlah rombel dalam satu sekolah sebanyak 72. [tam]

Tags: