Jelang Ramadhan dan Lebaran, Kebutuhan di Kota Madiun Tercukupi

TPID Pemkot Madiun Bersama BI, Bulog, dan PT KAI Adakan Pemaparan Bahan Pokok

Kota Madiun, Bhirawa
Ketersediaan bahan pokok dan pengendalian stablisasi harga bahan kebutuhan pokok di wilayah Kota Madiun pada bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2018, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun membahas perkembangan inflasi dan ketersediaan komoditas pokok di Ruang 13 Sekretariat Pemkot Madiun, Selasa (15/5).
TPID Kota Madiun itu terdiri, Pemerintah Kota Madiun, Bank Indonesia (BI) dan Sub Bulog Wilayah IV Madaiun, Dinas Perdagangan Kota Madiun, RSUD Sogaten Kota Madiun, RSUP dr. Sudono, PT KAI Daop 7 Madiun, BPS Kota Madiun, maasing-masing saling memaparkan data kebutuhan jelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijtiah.
Menurut Wali Kota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto, SH. M.hum kegiatan ini perlu diadakan untuk mengetahui perkkembangan inflasi dan ketersediaan komoditas pokok di Kota Madiun menjelasng bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijtiah.
Kondisi di lapangan lanjutnya, tampaknya terdapat harga kebutuhan bahan pokok mengalami naik dan turu. Misalnya, harga telur naik turun begitu pula dengan harga beras. Dan naik turunnya harga itu tentunya ada sebabnya. Sehingga, dalam hal ini, perlu diadakan dibahas bersama dengan dinas terkait.
Hal senada juga dikatakan oleh Sekda Kota Madiun, Rusdiyanto, SH. M.Hum, kegiatan seperti ini perlu di bahas bersama dengan dinas terkait dalam rangka menyikapi agat tidak terjadi inflasi menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2018 ini. “Ya minimal semuan harga kebutuhan bahan pokok dapat terkendali,”ungkapnya.
Sementara menurut Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kediri Joko Raharjo dan stafnya Saadia Pitaloka menyatakan, sementara ini kebutuhan bahan pokok masih seimbang. Misalnya, di Madiun komoditas beras dan bawang merah naik pada Januari dan Februari. Tetapi pada bulan Maret dan April harganya sudah turun karena sudah musim panen.
Sehingga kebutuhan tidak terlalu membebani masyarakat. Kaarena, sudah panen padi, adanya bantuan BPTND, adanya OPM dari Sub Bulog. Juga adanya BBM non subsidi. Sehingga dapat menyesuaikan tariff angkutan darat, udara dan laut meninbgkat. “Jasdi implasi Madiun bulan April 2017 turun dibandingkan dengan Kota Kediri. Untuk itu, Madiun implasi lebih tinggi dengan Jatim. Karena itu kedepannya Madiun dibawah Jatim,”katanya berharap.
Dikatakan oleh Saada Pitaloka, Madiun, bulan Mei harganya menurun karena adanya panen raya. Minyak goring, gula pasir stabil. Telur ayam ras dan daging ayam ras Mei 2018 cenderung naik karena adanya permintaan dari rumah makan. Cabi rrawit merah turun searah ketersediaan karena stok cukup banyak. Bawang putih turun pada April dan bawang merah naik.
Adapun dari Kepala Sub Bulog Divre Wilayah IV Madiun, Herisman, menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan stok sekitar 5.700 ton beras, gula 25 ton, minyak goring 3.000 liter dan tepung 8,7 ton. Stok pangan tersebut masih cukup untuk tiga bulan kedepan. Selain itu belum lama ini Sub Bulog bersama Dinas Perdagangan Kota Madiun juga telah mengadakan Operasi Pasar Murni (OPM) sebanyak 8.300 ton beras di pasar Besar Madiun (PBM), Pasar Sleko dan pasar Sriwijaya.
“OPM tersebut untuk mengisi kekosongan beras mediun yang menjadi kebutuhan warga. Jadi saya jamin untuk persiapan bulan Ramadhan dan Hari Raya 2018 nanti stok cukup aman”kata Herisman dalam pemaparannya di hadapan Wali Kota dan Sekda Kota Madiun di Ruang 13 Sekretariat Pemkot Madiun, Selasa (15/5).
Dari Dinas Perdagngan Kota Madiun, Drs. Gaguk Haryono menyatakan, untuk stok telur sekarang ini berkurang karena adanya efek kandang ayam dinilai mengganggu lingkungan. Sedang daging ayam ras dibutuhkan 240 ton tapi ketersediaan hanya 3,4 ton. Sementara untuk daging dibutuhkan 1 ton ketersediaan hanya 0,3 ton/hari. Kekurangan dipasok dari Kabupaten Madiun dan Ngawi.
Kesempatan itu, Sekda Kota Madiun, Rusdiyanto, menanya kepada Dinas Perdagangan, bagaimana dengan persiapan gas elpiji 3 Kg yang menjadi kebutuhan warga. Spontan Gaguk Haryono Kepada Dinas Perdagangan Kota Madiun menyatakan, dalam hal ini bias diatas dengan dinas terkait. Yakni dengan Sub Bulog, BI yang terus mengadakan peninjauan kelapangan.
“Ya khususnya dengan kebutuhan gas elpiji dapat teratasi karena dalam hal ini ada diskon dari BI, sehingga bisa diatasi soal kebuthan gas elpiji. Karena juga diadakan pengecekan bersama-sama ke gudung,”jelasnya.
Sementara dari pihak PT Pertamina yang dihadirkan dalam pembahasan hal ini, menyatakan soal kebutuhan elpiji aman. Di Kota Madiun disiapkan 5.000 tabung dengan persetujuan dari pangkalan elpiji siaga di 11 agen. Di Kota Madiun terdapat 108 pangkalan dengan jenis tabung gas elpiji, 5,5 Kg dan 11 Kg. [dar]
Keterangan foto. Fil;e walikota TDID 3
Dari kiri, Perwakilan BI Kediri, Saadia Pitaloka, Wali Kota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto, SH. M.Hum, Sekda Kota Madiun, Rusdiyanto, SH. M.Hum dan Kepala BPS Kota Madiun, Adi Priyanto.sudarno/bhirawa

Tags: