Jadikan Lagu dan Drama Cara Percepat Siswa Pahami Biologi

Alif Hanifah, guru mapel biologi SMAN 14 Surabaya yang berhasil meraih juara I Guru Berprestasi tingkat Provinsi dengan inovasi strategi pembelajaran Babak Pretas

Alif Hanifah, Guru Berprestasi Jatim dari SMAN 14 Surabaya
Surabaya, Bhirawa
Salah satu karakteristik dalam Kurikulum 2013 (K-13) ialah menerepkan sistem pembelajaran yang aktif. Siswa tidak lagi sebagai pendengar setia guru yang bercerita. Sebaliknya, siswa adalah subyek aktif yang harus bisa menemukan kebutuhannya sendiri dalam belajar.
Konsep itu dipegang kuat Alif Hanifah sebagai pengalaman mengajar paling berkesan selama menjadi guru 24 tahun terakhir. Alif adalah guru SMAN 14 Surabaya yang sehari-hari mengampu mata pelajaran Biologi. Mapel bidang sains yang dikenal penuh dengan hafalan istilah-istilah asing. Walau begitu, Alif memiliki cara agar istilah yang asing maupun aneh itu mudah diingat dan dipahami anak didiknya.
“Saya terbiasa dengan pembelajaran yang komprehensif dengan menerapkan inovasi Babak Pretas. Itu singkatan dari baca, buat konsep, presentasi, review atau post test,” tutur Alif di temui di sela jam mengajarnya di sekolah beberapa waktu lalu.
Strategi belajar yang dia terapkan itu selain efektif digunakan untuk mengajar juga sukses mengantarnya menjadi juara I guru berprestasi tingkat provinsi tahun ini. Dia pun tengah bersiap mewakili Jatim untuk memenangkan ajang serupa di tingkat nasional.
Perempuan kelahiran Pasuruan 1972 itu menjelaskan, untuk merealisasikan konsep tersebut dia mengajak para siswa untuk mengawali belajar dengan membaca. Tujuannya, siswa mengerti apa yang akan dipelajari dan paham apa indikator yang harus dia kuasai. “Jadi siswa sudah tahu apa kebutuhannya untuk belajar itu,” tutur dia.
Selanjutnya, siswa membuat sendiri konsep untuk mempelajari materi tersebut. Bisa dengan memodifikasi lagu, membuat drama, mind mapping atau peta konsep. Pilihan konsep itu disesuaikan dengan materi. “Misal untuk membantu menghafalkan istilah kita menggunakan lagu cublak-cublak suweng yang liriknya kita ganti dengan sistem koordinasi sel saraf dan gerak sadar. Atau lagu lain yang liriknya kita ganti dengan penjelasan materi,” tutur Alif.
Sementara dengan drama, siswa dapat menampilkan peran sesuai materi pelajaran dan ada satu siswa yang ditunjuk untuk menjelaskan. Konsep ini dipakai untuk tugas berkelompok. Sementara untuk KD tertentu yang menyantumkan banyak gambar cenderung lebih mudah menggunakan mind mapping. “Pilihannya banyak. Kita juga bisa membuat game berkelompok yang misinya siswa menyusun konsep dan dipresentasikan,” ungkap Alif.
Dari serangkaian model pembelajaran tersebut, siswa tetap diberi kesempatan untuk berdialog melakukan tanya jawab dengan guru. Hal ini lantaran ilmu biologi bukanlah ilmu yang statis tidak berkembang. Dalam berbagai bidang yang dipelajari, biologi terus berkembang dan siswa perlu mengupdate pengetahuannya. “Terakhir kita lakukan post test untuk mengukur ketuntasan belajar siswa sudah benar-benar terpenuhi,” kata Alif.
Menurutnya, strategi pembelajaran semacam itu akan lebih efektif dari pada tidak menggunakannya. Sebab, dari awal siswa sudah mengetahui apa yang akan dipelajarinya dan memiliki kontrak belajar yang harus mereka penuhi. “Baik untuk siswa kelas X sampai kelas XII strategi ini masih efektif untuk digunakan,” tandasnya.
Melalui strategi tersebut, Alif berharap dapat menjawab masalah rendahnya motivasi belajar sampai ketidakmampuan siswa memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Sebab, pihaknya sangat memahami terkait input siswa di sekolahnya cukup bervariasi. “Kalau anak tidak sampai pada KKM maka dia tidak bisa mengikuti KD (Komptensi Dasar) berikutnya,” tutur Alif.

Lebih Mudah Mengingat, Tidak Gampang Lupa
Strategi Babak Pretas yang digunakan Alihf Hanifah agaknya telah berhasil menarik minat siswa untuk semakin giat mempelajari Biologi. Selain menyenangkan, metode ini diakui peserta didiknya sebagai metode hafalan yang lebih efektif.
Seperti dikatakan Nadia Wulan Cahyani, siswa kelas XI IPA 6 SMAN 14 ini mengaku senang dengan performa Alif saat mengajar. Strategi yang digunakan membuat dia lebih mudah mengingat dan tidak gampang lupa lagi dengan apa yang sudah dia pelajari. “Banyak bermainnya. Contohnya saat materi pencernaan kita membuat drama. Ada yang jadi mulut, ada yang jadi makanan dan ada sendiri yang bagian presentasi,” tandasnya.
Dengan strategi ini, minatnya dalam mempelajari biologi diakui Nadia terus meningkat. Berbeda dengan pengalaman saat dia belajar biologi di bangku SMP dulu. “Dulu belajarnya diterangkan saja sama gurunya. Jadi cepat bosan, jenuh di kelas,” kata dia.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Surabaya Dr Sukaryantho mengapresiasi setiap guru yang mau mengembangkan pola mengajarnya lebih inovatif dan menyenangkan. Hal itu, diharapkannya dapat membangun iklim pembelajaran di kelas lebih nyaman dan efektif. “Di samping raihan prestasi yang juga patut diapresiasi dari inovasi tersebut, strategi guru dalam mengajar perlu terus dikembangkan,” kata dia.
Sukaryantho mengaku, di Surabaya merupakan tempat anak-anak hebat yang memiliki potensi luar biasa. Karena itu, mereka membutuhkan guru sebagai fasilitator yang hebat pula untuk mengembangkan diri. “Kita berharap ini juga menjadi inspirasi bagi guru-guru lain di Surabaya untuk mengembangkan strategi mengajarnya,” pungkas dia. [tam]

Tags: