Ikut Main Drama, Bunda PAUD Sentil Pendidikan Anak

Bunda PAUD Mahmudah Fadeli ikut ambil peran di drama Gebyar PAUD 2018. [Alimun Hakim]

Lamongan, Bhirawa
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Lamongan Makhdumah Fadeli ikut bermain drama dalam memeriahkan Gebyar PAUD Tahun 2018 di Alun-Alun Lamongan, Senin (7/5) kemarin.
Mahdumah Fadeli mengambil salah satu peran dalam Drama Talenta Pendidik PAUD yang ditampilkan di depan 3.500 peserta Guru PAUD se-Kabupaten Lamongan.
Drama tersebut menyampaikan pesan terkait Gerakan 1821 dan Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gerna Baku).
Dalam acara tersebut, hadir Bupati Fadeli untuk melaunching Program Green School Jenjang PAUD dan Gernas Baku yang ditandai dengan pelepasan balon dan burung dara.
Menurut Fadeli, saat ini di Kabupaten Lamongan terdapat 2.265 lembaga PAUD. Namun belum smua lembaga terakreditasi.
“Di Kabupaten Lamongan terdapat 2.265 lembaga PAUD, dan jumlah tersebut merupakan yang terbanyak di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut baru 102 lembaga yang lulus akreditasi sekolah, 304 lembaga masih dalam proses akreditasi dan sisanya belum,” ungkap Fadeli.
Fadeli juga menambahkan, 2.264 lembaga PAUD tersebut memiliki 6.300 guru, dengan sebanyak kurang lebih 52 ribu siswa.
Akreditasi menurut dia sangat penting sebagai penjaminan mutu lembaga pendidikan. Selain itu, dengan terakreditasi, lembaga memiliki akses untuk menerima berbagai program.
Fadeli mengungkapkan harapannya agar seluruh lembaga PAUD nantinya terakreditasi.
“Saya berharap nantinya dari pihak pengurus yayasan dan sekolah agar segera mempercepat proses akreditasi karena akreditasi ini merupakan suatu standar yang jelas bagi sekolah. Saya juga berterimakasih kepada seluruh Guru PAUD karena telah memperkuat pondasi pendidikan di Lamongan,” ungkap Fadeli.
Dalam Gebyar PAUD kali ini dilakukan parenting education oleh motivator, praktisi sekaligus akademisi DR. Taufiqi. Dia mengungkapkan pentingnya launching Program Green School dan Gernas Baku untuk pendidikan anak.
“Karena program ini bertujuan agar masyarakat atau generasi yang akan datang menjadi generasi yang unggul. Pada tahun 2045 mendatang, atau 100 tahun setelah Indonesia merdeka, hanya generasi unggul saja yang eksis. Sementara yang biasa-biasa saja, bahkan tidak unggul akan menjadi layang-layang di tengah badai,” ujar DR. Taufiqi.
Pada acara tersebut juga ditampilkan Fashion Gerak dan Lagu Green and Recycle dan Gernas baku yang diikuti oleh orangtua dan anaknya perwakilan seluruh kecamatan. Juga penampilan senam kreasi anak Lamongan yang ditampilkan oleh 300 siswa PAUD dan Tari Berkarakter oleh Guru PAUD. [mb9.yit]

Tags: