Hobi ke Pasar Loak Dupak, Mengantar Nuchin Temui Ajal

Wabup Sidoarjo antarkan jenazah.

Sidoarjo, Bhirawa
Hobi ke Pasar Loak Dupak, seperti mengantar ajal A Nuchin. Warga Tropodo I, Waru, Sidoarjo itu yang tewas menjadi korban ledakan bom di Gereja Pantekosta Jl Arjuna, Surabaya, Minggu (13/5) pagi lalu.
Tidak ada firasat istri korban, Jayati, pada minggu pagi itu. Seperti biasanya minggu pagi dihabiskan mencari barang bekas di pasar loak. Pamitnya mencari bola lampu lalu diperbaiki untuk di jual kembali. Nuchin (56 tahun) mandi sekitar jam 07.00 dan tanpa sarapan langsung mengendarai motornya sendirian ke pasar loak. Biasanya jam 11.00 sudah pulang. Namun siang itu belum pulang, Jayati mulai gelisah setelah ditunggu hingga jam 14.00 belum juga pulang.
Jayati pun mendengar berita soal bom bunuh diri yang dilakukan satu keluarga di tiga gereja di Surabaya. Tetapi tidak berpikir bahwa suaminya, Nuchin, menjadi korbannya. Sebab alasannya hanya pergi ke pasar loak. Perasaan cemas mulai muncul hingga jam 16.00 belum ada kabar, akhirnya Jayati memutuskan pergi ke Polrestabes Surabaya untuk mencari tahu korban ledakan bom. Namun petugas Polrestabes mengarahkan Jayati ke Polda Jatim.
Petugas Polda juga tidak banyak membantu karena situasinya sudah kalut, untuk memastikan ketidaktahuannya Jayati akhirnya masuk ke kamar mayat RS Bhayangkara. Beberapa dokter yang hilir mudik di kamar mayat itu juga tidak bisa memberikan kepastiannya. Karena kondisi beberapa mayat sudah tidak berbentuk utuh. Akhirnya adik iparnya memberanikan diri melihat satu jasad luka terbakar. Seluruh wajah dan beberapa bagian tubuhnya ikut terbakar. Namun ipar ini mengetahui ciri khusus Nuchin.
Malam itu sekitar pukul 20.00, jenazah diantar ke kediaman dan setelah disalatkan
Sekitar pukul 21.00 di makamkan di pemakaman umum desa yang letaknya persis depan rumahnya.
Nuchin memang apes, saat mengendarai motor persis di depan gereja Panteskosta itu terjadi ledakan amat keras. Api melahab sekujur tubuhnya dan dia terjengkang dari motor. Nyawanya tidak bisa diselematkan.
Wabup Sidoarjo, Nur Achmad, yang takziah di rumah duka, merasakan getirnya keluarga Nuchin. Dia ikut belasungkawa. ”Kalau tidak puas seharusnya menggunakan cara yang benar, tidak dengan bom bunuh diri. Coba lihat anak korban yang sudah menjadi yatim akibat perbuatan bom diri itu,” katanya.
Kades Tropodo, Yusuf, yang mengaku melihat jasad korban sebelum dikuburkan mengaku jasadnya sudah tidak berbentuk. [hds.ach]

Tags: